Padusi Minangkabau, Kekuatan Besar untuk Membangun Sumatera Barat

Avatar Of Teddy Chaniago
1. Bundo.jpg | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA – Di belakang pemimpin hebat, selalu ada perempuan hebat. Kalimat ini secara langsung menjelaskan, betapa sentuhan seorang perempuan sangat menentukan perjalanan kepemimpinan sebuah bangsa. Hebat atau tidaknya seorang laki-laki jelas ditentukan oleh perempuan yang mendampinginya.

Apalagi bagi Sumatera Barat atau Minangkabau, perempuan tak saja sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang, Parik Paga Dalam Nagari, namun lebih dari pada itu, kaum perempuan mendapatkan sebuah anugerah dengan sistem kekerabatan matrilinea; atau keturunan menurut garis ibu. Artinya, di Ranahminang, kaum perempuan adalah kaum terhormat dengan fungsi yang jelas.

1.2 Bundo.jpg | Buliran.com
Sekeratris Jenderal Dpp Induk Keluarga Minangkabau Hj Ymelia Bersama Bendahara Umum Dpp Induk Keluarga Minangkaua Dewi Ros Anggraini, Ketua Dpc Induk Keluarga Minang Jagakarsa Khairul Sikumbang Beraudiensi Dengan Wakil Ketua Umum Dpp Induk Keluarga Minangklabau Irjen Pol H Drs Adnas Msi Dt Danuanso Nan Hitam

Bahkan jika ditarik ke belakang, Ranahminang juga mampu melahirkan sejumlah perempuan-perempuan hebat yang sulit dicari tanding dan bandingnya. Sebuat saja nama Puti Reno Jamilan Sari Laut, Puti Bungsu dan Yang Dipertuan Gadih Reno Sumpu yang pernah menjadi Raja Diraja Pagaruyung dan dipanggil dengan sebutan Bundo Kanduang.

Dalam lintas sejarah Indonesia, siapa yang tak kenal dengan sosok Siti Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiah, Rasuna Said, Siti Manggopoh, Inyiak Upiak Palatiang hingga Hj Aisyah Amini.

Mereka perempuan-perempuan hebat, mereka berada di podium terdepan dalam panggung sejarah panjang negeri ini. Dan catat, mereka adalah perempuan-perempuan Minang yang besar dan mashur di masanya.

“Meskipun semuanya perempuan hebat dan pantas disebut dengan panggilan Bundo Kanduang, namun tak semuanya bisa dipanggil dengan nama kebesaran itu. Karena Bundo Kanduang memiliki tempat khusus di kalbu masyarakat Minangkabau dan syarat tersendiri yang khusus pula,” kata Sekretaris Jenderal DPP Induk Keluarga Minangkabau, Hj Yemelia.

Menurut perempuan super aktif yang biasa disapa Bundo ini, Bundo Kanduang pastinya adalah seorang perempuan yang berasal dari Tanah Minang. Namun harus dicatat, tak semua perempuan yang berasal dari Ranah Minang bisa dipanggil dengan sebutan Bundo Kanduang.

Baca Juga   DPLN IKM Malaysia Distribusikan Kartu Anggota
1.1 Bundo.jpg | Buliran.com
Diskusi Santai Antara Sekjen Dpp Induk Keluarga Minangkabau Hj Yemelia Dengan Ketua Dpc Induk Keluarga Minangkabau Jagakarsa, Khairul Sikumbang Dan Penasehat Dpc Induk Keluarga Minangkabau Jagakarsa H Irwadi Dt Rangkayo Basa

Diantara syaratnya adalah ketokohan yang tiada banding, memiliki kedalaman ilmu dan budi pekerti yang luhur, tempat orang bertanya, memilki wawasan yang luas, memiliki garis keturunan yang jelas, memiliki jiwa sosial yang tinggi dan biasanya dia berusia paling tua dalam kaumnya.

“Kami dari Dewan Pimpinan Pusat Induk Keluarga Minangkabau sangat menyadari potensi ini. Sehingga di jajaran kepengurusan, sangat banyak departemen atau divisi yang dipimpin oleh kaum perempuan. Dalam hal ini, kami menyebutnya dengan sebutan Padusi Minangkabau,” imbuh Bundo Im.

Padusi Minangkabau menurut perempuan yang berasal dari Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam ini, tak hanya jadi kekuatan bagi Induk Keluarga Minangkabau dalam berbuat dan mengembangan sayap organisasi. Namun lebih dari pada itu, Padusi adalah sebuah sumber kekuatan untuk membangun Sumatera Barat atau Ranah Minang menjadi lebih baik lagi.

“Kami sangat yakin, Padusi Minangkabau bisa berbuat lebih jika diberi kesempatan. Karena Padusi Minangkabau adalah sumber kekuatan untuk membangun negeri, tentunya mereka harus dilibatkan dalam banyak sektor. Karena Padusi Minangkabau adalah perempuan yang hebat, perempuan yang berkualitas dan tentunya memiliki komitmen yang jelas pula dalam membangun negeri,” tuturnya.

Melalui BuliranNews, Hj Yemelia mengajak Padusi Minangkabau untuk menunjukkan siapa mereka, menunjukkan kehebatan mereka dan kepiawaian mereka dalam membesarkan Induk Keluarga Minangkabau. (ted)