Forkassel Malaysia Sambangi Solok Selatan

Avatar Of Teddy Chaniago
3. Dayat.jpg | Buliran.com

BuliranNews, BALUN – Sejauh-jauh terbang bangau, pulangnya ke kubangan jua. Pepatah usang ini sangat cocok untuk menggambarkan, betapa jauhnya rantau tak akan pernah membunuh silaturahmi yang ada antar sesama anak nagari.
Inilah yang dirasakan pengurus Forum Komunikasi Anak Solok Selatan cabang Malaysia, Ahmad Ayadi saat menjejakkan kakinya di kampung halaman setelah sekian lama “bakatumpeh” di negeri orang untuk mencari nafkah.

Di hadapan pengurus Forkassel cabang Solok Selatan yang antara lain dihadiri oleh Indra Sari Putra selaku ketua, Ernita Amin (sekretaris), Hamdani Alwi, Deno dan anggota lainnya, Ahmad Ayadi menginginkan kampung halaman di Solok Selatan bisa semakin maju.

“Kepulangan saya ke kampung halaman selain untuk menghabiskan cuti, juga untuk melepas kangen dengan sanak saudara serta juga ingin berdiskusi dengan pengurus Forkassel yang ada di Solok Selatan,” ucapnya.

Bertempat di sekretariat Forkassel Indonesia Malaysia yang berada di Sapan Angek Saparandam, Balun, Koto Parik Gadang Diateh, Ahmad Ayadi memesankan agar jalinan silaturahim dan ukhuwah islamiah sesama anak nagari Solok Selatan baik yang ada di ranah maupun di rantau bisa terus terjaga.

“Forkassel tentunya ingin sato sakaki dalam pembangunan daerah dengan menghadirkan atau rehabilitasi sejumlah sarana ibadah, sarana pendidikan yang ada mulai dari Hulu Suliti sampai ke Sangir Batang Hari,” imbuhnya.

Konstribusi itu menurut Ayadi akan dilakukan secara bertahap dan tentunya bergilir. Sehingga ke depan, tak ada lagi sarana ibadah dan sarana pendidikan di Solok Selatan yang tak layak digunakan,” tuturnya.

Terkait harapan dunsanaknya yang datang dari luar negeri tersebut, Indra Sari Putra berjanji akan membahasnya dengan pengurus Dewan Pimpinan Pusat, sehingga apa yang menjadi harapan pengurus Forkassel Malaysia bisa dilaksanakan.

Baca Juga   Induk Keluarga Minangkabau, Nawaitu 9 Tahun Silam

“Kami pastinya menyambut baik keinginan itu, namun demikian koordinasi harus dilakukan dengan DPP Forkassel agar tak ada kegiatan yang akan dilaksanakan menjadi tumpang tindih,” ucapnya.

Terkait dengan AD/ART Forkassel, Indra menyebutkan masih dalam penyusunan. Nantinya dengan AD/ART itu, visi dan misi organisasi menjadi semakin jelas. (yad)