12 Prodi di Unand, Bertaraf Internasional

Avatar Of Teddy Chaniago
12. Universitas Andalas | Buliran.com

BuliranNews, PADANG – Catatan menggembirakan tertulis dalam lembaran emas dunia pendidikan Sumatera Barat. Dimana, Universitas Andalas kembali mencetak prestasi yang membanggakan bagi dunia pendidikan Ranahminang.

Kali ini, tujuh program studi di kampus Limau Manis, Padang itu termasuk bertaraf internasional. Status tersebut diraih Unand setelah melalui proses akreditasi lembaga internasional. Adalah Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) yang berkedudukan di Jerman yang memberikan status tersebut.

“Ini merupakan hasil dari proses panjang sejak Desember 2020,” kata Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Unand, Prof Henny Lucida.

Adapun 7 Prodi yang mendapat status demikian adalah S1 Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi, S2 Manajemen, dan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Selain itu, ada dua Prodi S1 pada Fakultas Ilmu Budaya yaitu Sastra Indonesia, dan Sastra Jepang.

“Ketujuh Prodi tersebut terakreditasi oleh FIBAA terhitung dari 29 Juni 2022 sampai 28 Juni 2027,” kata dia.

Rektor Unand Prof Yuliandri kini Unand tercatat sudah memiliki 12 Prodi terakreditasi internasional. Termasuk tiga Prodi oleh ABET dan dua Prodi oleh IABEE pada Fakultas Teknik.

“Selanjutnya Prodi S1 Kimia Fakultas MIPA juga akan diivisitasi dalam rangka akreditasi internasional oleh The Royal Society of Chemistry,” katanya.

Menurut dia, capaian akreditasi internasional ini menambah bukti kinerja Unand. Terutama, sebut dia dalam Indikator Kinerja (IKU 8) yaitu jumlah prodi terakreditasi internasional.

Mengenal FIBAA

FIBAA merupakan salah satu lembaga akreditasi internasional di bawah European Quality Assurance Register (EQAR). Akreditasinya berlaku untuk pendidikan tinggi yang diakui Dikti.

Pengakuan itu berdasarkan Kepmendikbud No. 83/P/2020 tentang Lembaga Akreditasi Internasional. FIBAA memiliki 54 butir mutu yang dibagi dalam kriteria tujuan pendidikan, penerimaan mahasiswa baru.

Baca Juga   Tak Ada Tempat untuk Pelaku Tawuran di SMK Madya Depok

Kemudian ada kurikulum dan proses pembelajaran, dan lingkungan akademik termasuk sumber daya manusia. Lalu ada keuangan dan sarana prasarana serta penjaminan mutu dan dokumentasi.

Dengan capaian ini, Wakil Rektor I Unand Prof Mansyudin mendorong Prodi ini untuk melakukan kerja sama internasional. Tujuannya adalah dalam rangka internasionalisasi pendidikan, melalui program joint degree. Tak hanya itu, juga untuk gelar ganda regular atau dual degree, atau gelar ganda percepatan.(*/ks/ham)