Lamang Tapai, Sensasi Rasa Khas Minangkabau

Avatar Of Teddy Chaniago
10.1 Lamang | Buliran.com

SUMATERA BARAT atau dikenal juga dengan nama Minangkabau, sejak masa lalu memang dikenal dengan makanan khasnya yang sudah terkenal yaitu Rendang. Selain itu, makanan khas Minangkabau dikenali dengan cita rasa yang gurih seperti gulai, sate padang, dan lain sebagainya. Ada juga makanan khas dari Minangkabau yang memiliki cita rasa yang unik yaitu Lamang tapai.

Lamang Tapai merupakan makanan khas yang berasal dari Tanah Datar, Sumatera Barat. Makanan ini khas dengan cita rasa yang menarik. Yaitu perpaduan antara manis dan gurih dari lemang bersamaan dengan asam yang berasal dari tapai. Lamang tapai biasanya disuguhi saat lebaran Idul Fitri. Lamang berasal dari beras ketan putih dan Tapai berasal dari beras ketan hitam.

Proses pembuatan Tapai tergolong lama, dikarenakan tapai yang berasal dari beras ketan hitam akan difermentasikan. Caranya yaitu; pertama, kita mencuci beras ketan hitam. Kedua kita akan menanak nya seperti menanak nasi.

Setelah selesai ditanak, ketan hitam itu dibentangkan diatas daun pucuk pisang dan diamkan sebentar. Setelah cukup dingin, taburkan serbuk ragi dipermukaan ketan hitam. Terakhir kita masukan itu beserta daun pucuk pisang kedalam suatu wadah dan ditutup. Setelah itu, fermentasi kan selama 3 hari 2 malam.

10. Lamang Tapai | Buliran.com

Selanjutnya yaitu pembuatan Lamang. Lamang berasal dari beras ketan putih yang menggunakan bambu muda sebagai wadahnya. Beras ketan yang sudah disirami santan akan dibakar dengan kayu api. Dan bambu tersebut harus diputar agar lamang matang dengan sempurna.

Ini bukan lah pekerjaan yang mudah dikarenakan kita harus menjaga api agar tidak terlalu besar dan tidak mati. Dan tantangan lainnya yaitu menahan panas api. Lamang harus diperhatikan saat dibakar, apabila kita meninggalkannya dalam waktu yang cukup lama, lamang tersebut akan hangus.

Baca Juga   Gulai Itiak, Kuliner Khas Bukittinggi

Lamang tapai dapat kita temui dipasaran atau dapat kita beli melalui media sosial yang mana orang pesanan. Namun saat ini banyak anak generasi muda yang tidak mengenali makanan khas satu ini. Dan mereka juga tidak menikmati keunikan cita rasa makanan ini dikarenakan perpaduan cita rasa manis, gurih, dan asam ini.

Kita sebagai generasi saat ini seharusnya mengenali dan melestarikan makanan khas kita agar tidak punah. Sehingga anak-anak cucu kita nantinya dapat pula ikut merasakan keunikan cita rasa dari makanan khas kita. ***