Ternyata Masih Ada, Ini Penampakan Hunian Tertua di Dunia

NENEK MOYANG manusia purba melakukan gaya hidup nomaden selama ribuan tahun sebelum peradaban pertama dimulai di Mesopotamia sekitar 3200 Sebelum Masehi (SM). Ketika mulai menetap, manusia purba membuat bangunan yang lebih permanen sebagai tempat tinggal.

Bangunan tertua yang digunakan sebagai rumah itu berasal dari awal peradaban. Melansir Oldest, rumah tertua di dunia yang masih ada jejaknya dibangun dengan bahan kokoh dan sering direnovasi saat masih digunakan. Hal itu yang membuat umurnya panjang.

Saat ini, semua bangunan atau rumah tertua di dunia merupakan situs arkeologi penting dan beberapa dibuka untuk umum sebagai tujuan wisata populer.

1. Star Carr House

Star Carr adalah situs Mesolitikum atau berasal dari Zaman Batu Tengah yang berusia sekitar 11000 tahun lalu dan ditemukan di Yorkshire Utara, Britania Raya, dilansir BBC. Meski saat sudah tidak ada struktur bangunan yang berdiri, dipercaya bahwa itu dulu digunakan sebagai tempat tinggal.

Penemuan situs dilakukan pada tahun 2010 oleh tim arkeolog Universitas Manchester dan Universitas York, yang meyakini bahwa itu merupakan rumah tertua di Inggris, dan kemungkinan merupakan rumah tertua di dunia yang telah ditemukan sejauh ini.

Menurut penelitian arkeologi tersebut, sisa-sisa rumah Star Carr telah diberi penanggalan karbon sekitar 8500 SM. Orang-orang yang tinggal di rumah itu adalah pemburu-pengumpul yang meninggalkan perhiasan, busur berburu paling awal di Inggris dan platform kayu yang diyakini sebagai contoh pertukangan tertua di Eropa.

2. Howick House

Sampai Star Carr House ditemukan, Rumah Howick diyakini sebagai rumah Mesolitik tertua di Britania Raya. Perapian yang terletak di dalam gubuk adalah radio karbon yang berasal dari sekitar 7800 SM. Situs ini merupakan pemukiman tertua di wilayah Northumherland.

Baca Juga   Deretan Masjid yang Berada di Lokasi Ekstrem

Selain gubuk, ada kuburan yang terdiri dari lima kuburan Zaman Perunggu di peninggalan situs tersebut. Menurut para arkeolog, sumber daya di daerah sekitar gubuk memungkinkan penghuninya untuk berburu dan mengumpulkan sepanjang tahun selama tinggal di sana.

Pada tahun 2005, tim arkeolog memutuskan untuk merekonstruksi gubuk di daerah terdekat situs aslinya, untuk serial dokumenter BBC berjudul Coast.

3. Khirokitia (Choirokotia)

Khirokitia atau Choirokotia adalah pemukiman era Neolitikum yang terletak di Pulau Siprus, dekat Yunani. Reruntuhan yang ditemukan berupa serangkaian rumah melingkar yang pertama kali ditempati sekitar 7000 SM.

Rumah tertua di dunia ini awalnya dibangun dari bata lumpur dan batu yang memiliki atap datar. Para arkeolog telah menemukan sekitar 20 rumah di situs tersebut, yang dibangun langsung di atas tanah.

Ditemukan jejak manusia berupa sisa-sisa perapian, tempat makan, peralatan rumah tangga, dan alat pertanian di dalam dan sekitar rumah yang menandakan kehidupan menetap.

Meski tidak ada rencana untuk merekonstruksi situs aslinya, arkeolog setempat telah mereplikasi lima rumah serta bagian tembok pertahanan pemukiman untuk membantu pengunjung lebih memahami tentang sejarah reruntuhan yang tersisa.

4. Knap of Howar

Berasal dari sekitar 3600 SM, Knap of Howar adalah bangunan paling tua yang berlokasi di Pulau Papa Westray, Kepulauan Orkney, Skotlandia. Bangunan itu kemungkinan besar merupakan rumah tertua di dunia yang masih berdiri. Knap of Howar terdiri dari dua rumah yang dibangun dari batu, dan ditemukan pada tahun 1930-an ketika erosi mengungkap bagian-bagian dari dinding batu.

Situs tersebut kemudian digali dan para arkeolog menemukan kedua struktur bangunan dihubungkan oleh sebuah lorong yang tersambung melalui dinding. Arkeolog setempat percaya bahwa bangunan yang lebih besar digunakan sebagai rumah utama, dan bangunan yang lebih kecil berfungsi sebagai tempat kerja atau penyimpanan.

Baca Juga   Masjid Megah di Stadion Klub Top Eropa

Pada satu titik, lorong antara dua rumah sengaja ditutup dan gudang ditinggalkan. Sementara rumah utama tetap digunakan selama lebih dari 900 tahun setelah lorong ditutup. Para arkeolog berpendapat bahwa Knap of Howar bangunan yang sekarang masih berdiri dibangun di atas sisa-sisa struktur bangunan sebelumnya.

5. Skara Brae

Desa Skara Brae terletak di Teluk Skaill, Kepulauan Orkney, Skotlandia, yang terdiri dari sepuluh struktur batu era Neolitikum yang terawat dengan baik. Desa itu terkubur oleh gundukan raksasa yang secara tidak sengaja membuat situs tersebut tetap dalam kondisi baik.

Desa itu ditempati selama sekitar 600 tahun dan selalu terdiri dari sepuluh bangunan yang ditetapkan menjadi rumah tertua di dunia. Salah satu fitur terbaik dari situs ini adalah furnitur batu yang masih terletak di dalam rumah. Furnitur yang ditemukan termasuk meja rias, lemari, kursi, dan tempat tidur.

Selain mebel batu, penduduk yang tinggal di Skara Brae membuat perkakas, dadu judi, gerabah beralur, dan ornamen lain dari tulang, batu, serta batu mulia.

6. Jarlshof Houses

Situs arkeologi Jarshof adalah salah satu peninggalan yang paling terpelihara yang pernah digali di Kepulauan Inggris. Situs arkeologi besar menampilkan sisa-sisa dari beberapa era berbeda, seperti rumah dari Neolitikum akhir, desa di Zaman Perunggu, rumah panjang Viking, pertanian Abad Pertengahan, serta bros dan ruang kemudi dari Zaman Besi.

Meskipun peninggalan tertua adalah tembikar dari era Neolitikum, salah satu rumah tertua di dunia ditemukan berasal dari Zaman perunggu akhir pada 800 SM. Rumah-rumah awal ini adalah kompleks pondok batu sarang lebah yang dipisahkan oleh penopang internal.

Lalu sekitar 200 SM, pemukiman baru dibangun di atas gubuk yang lebih tua. Rumah-rumah baru ini juga melingkar dan terbuat dari batu, tetapi ukurannya lebih luas.

Baca Juga   Deretan Masjid Terbesar & Terindah di Dunia

7. Kirkjuboargardur (King’s Farm)

King’s Farm diyakini sebagai rumah kayu tertua yang masih dihuni di dunia. Peternakan ini terletak di Kepulauan Faroe, yang hingga saat ini merupakan peternakan terbesar di wilayah tersebut.

Rumah tertua di dunia itu pertama kali berfungsi sebagai kediaman episkopal untuk Keuskupan Kepulauan Faroe. Karena tidak ada kayu di pulau tersebut, sehingga kayu menjadi bahan yang sangat berharga bagi penduduk setempat. Menurut legenda setempat, kayu yang digunakan untuk membangun Kirkjuboargardur adalah kayu apung dari Norwegia.

Hari ini rumah peternakan itu menjadi museum, dan ditempati oleh keturunan Keluarga Patursson yang merawat dan tinggal di sana sejak tahun 1550. ***