MINI Electric, Si Mungil Incaran Kaum Borju Indonesia

Avatar Of Teddy Chaniago
4. Mini | Buliran.com

ADA satu mobil baru yang resmi dibuka selubungnya di Indonesia, kendaraan ini berukuran mungil namun sudah mengusung teknologi yang canggih dalam hal sumber penggeraknya. Mobil yang dimaksud adalah MINI Electric, produk pertama dari MINI yang sudah mengusung teknologi elektrifikasi.

Tersedia dalam dua tipe, harga yang ditawarkan yakni mulai dari Rp945 juta dengan status off the road alias belum termasuk pajak. Perusahaan asal Inggris yang menjadi bagian dari BMW Group itu memilih untuk menggunakan platform yang sudah ada, yakni model tiga pintu dan mengganti sistem penggerak dengan teknologi elektrifikasi mulai dari baterai hingga motor listrik.

Sumber tenaga setrum disimpan di baterai Lithium-ion, yang dibagi menjadi 12 modul dan dibuat membentuk huruf T di bagian bawah bodi. Total kapasitasnya 28,9 kilo Watt hours.

Jantung pacunya mengandalkan motor listrik, yang memiliki kemampuan 135 kilo Watt atau setara 184 daya kuda, serta torsi maksimum 270 Newton meter. Mobil ini bisa dikemudikan hingga jarak 232 kilometer, sebelum harus diisi kembali daya listriknya. Proses pengisian daya bisa memanfaatkan fasilitas quick charging 50 kW DC, di mana cuma butuh 36 menit agar bisa mencapai level 80 persen.

Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O’tania mengatakan bahwa respons para penggemar mobil premium di Tanah Air terhadap MINI Electric di luar dugaannya.

“Responsnya sangat luar biasa, kami tidak menyangka responsnya sebegitu besar untuk MINI Electric. Sudah banyak yang pesan,” ujarnya di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Meski demikian, Head of MINI Asia, Kidd Yam mengaku bahwa stok unit yang disediakan oleh BMW Group Indonesia masih terbatas. Sebab, mereka fokus pada penyediaan layanan purna jual terlebih dahulu sebelum menjual unit sebanyak-banyaknya.

Baca Juga   Mobil SUV Ramai-Ramai "Serbu" Indonesia di 2022

“Kami tidak mungkin menjual banyak, jika teknisi atau fasilitas servis dan perawatannya masih belum memadai,” tuturnya. (*/vci)