Mengenal Deretan Startup Unicorn, Soonicorn dan Centaur Indonesia

10. invest.jpg | Buliran.com

POTENSI digital Indonesia terus menarik minat . Hasilnya, jumlah yang bermarkas di Indonesia dan mampu menggalang dana ratusan juta dolar terus bertambah,

Perusahaan rintisan atau startup asal Indonesia yang berstatus unicorn pada tahun lalu bertambah empat. Unicorn merupakan istilah yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi melampaui US$1 miliar atau sekitar Rp 14,3 triliun.

Menurut laporan dari perusahaan modal ventura Cento Ventures, selain Bukalapak dan Goto yang sudah lama mendapatkan predikat unikorn, ada Ajaib, Akulaku, Codapay dan Xendit. Mereka berada dalam daftar baru startup berstatus unicorn asal Indonesia.

Selain itu, startup yang pendanaannya melampaui US$100 juta makin menjamur. Begitu juga dengan startup yang makin mendekati predikat unicorn, yang biasa disebut soonicorn.

Secara umum, startup di Indonesia hingga akhir tahun 2021 menghasilkan sekitar Rp 85,8 triliun. Dari jumlah tersebut, 70 persennya bergerak di sektor finansial.

Berikut komposisi pendanaan setiap startup tersebut :

Startup Unicorn :

  • > $ 10 miliar : goto
  • > $ 1 miliar : bukalapak, ajaib, CODAPAY dan xendit.

Startup Soonicorn :

  • > $ 500 juta : finaccel, lumma, sociolla, ula, gudanggada dan ruang guru.
  • > $ 250 juta : pluang, bibit, shipper, modalku, PasarPolis dan halodoc.

Centaur :

  • > $ 100 juta : OY!, Super, fuse, aruna, SIRCLO, TaniHub, PINTU, amartha, HYPEFASE, BUKUwarung, DOKU, EVERMOS, , zenius, bareksa, investree, PAYFAZZ, SORABEL, DIGIASI BIOS, mekari, KOINWORKS, C88, snapcart. ALODOKTER, MobilMotor.com.co.id, MAIN , happy fresh, waresix, warung PINTAR. ***
Baca Juga   Selama Pandemi, Ternyata Penjualan Sepeda Motor Naik 29 Persen