Lockdown China Berdampak Hingga Eropa

Avatar Of Teddy Chaniago
4. China | Buliran.com

BuliranNews, SHANGHAI– Lockdown yang dilakukan China akibat Covid-19 ternyata berpengaruh bukan hanya di Shanghai maupun Beijing. Namun hingga ke wilayah Eropa.

Seperti dikutip dari CNBC Internasional, mereka melaporkan hampir 60% bisnis Eropa di negara itu akhirnya memotong proyeksi pendapatan 2022. Menurut survei yang dilakukan Kamar Dagang Uni Eropa di China, penyebabnya adalah karena kontrol yang dilakukan akibat Covid-19.

Mereka memutuskan pemotongan tersebut berkisar 6% hingga 15%, dikutip Jumat (6/5).

Sementara pada bisnis China, survei bulanan juga menunjukan sentimen diantara bisnis manufaktur dan jasa turun ke level terendah pada April. Ini terjadi pertama kalinya sejak pandemi pertama kali menyerang pada Februari 2022.

Pada survei tersebut menunjukkan kontraksi lebih lanjut pada aktivitas bisnis terjadi pada bulan Maret lalu.

IMP layanan Caixin menunjukkan penurunan 36,2 pda bulan April. Jauh dari garis bawah 50 yang menunjukkan kontraksi atau ekspansi.

Ekspektasi untuk output di masa depan memang ada sedikit peningkatan. Namun juga ada kekhawatiran mengenai jangka waktu yang dibutuhkan untuk bisa menahan virus dan mengembalikan bisnis ke kondisi yang lebih luas.

Data lain juga menunjukkan dampak dari pembatasan kegiatan tersebut. Kepala ekonom Macquarie di China, Larry Hu mengatakan ada pelambatan peningkatan pembangkit listrik di bulan Maret.

Selain itu lockdown juga tidak bisa membuat masyarakat membeli properti real estat. Penjualan pada 30 kota teratas anjlok hingga 54% pada April dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga   Rusia Tuduh AS Pancing Keributan di Ukraina