Honorer ‘Lenyap’ di 2023

10. honorer | Buliran.com

PEMERINTAH mulai menghapus tenaga honorer di instansi pemerintah secara bertahap hingga 2023. Keputusan ini masuk dalam Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang menyatakan pegawai non-PNS di instansi pemerintah melaksanakan tugas paling lama hingga 2023.

Dengan penghapusan ini maka terhitung sejak tahun 2023 nanti hanya akan ada dua kategori di instansi pemerintah yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Meski dihapuskan, namun pemerintah memberikan kesempatan kepada tenaga honorer yang saat ini di instansi pemerintah untuk diangkat menjadi PNS. Tentunya tetap mengikuti proses yang dibuka.

Adapun pengangkatan tenaga honorer menjadi tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 56 tahun 2012.

“Dalam PP tersebut, tertulis bahwa THK-II () diberikan kesempatan untuk seleksi (CPNS) satu kali,” ujar Plt Kepala Biro , Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Mohammad Averrouce seperti dikutip dari laman CNBC Indonesia.

Dalam beleid ini ditetapkan kriteria pegawai honorer untuk bisa diangkat menjadi CPNS. Tentunya yang diutamakan yang mengabdi paling lama di instansi pemerintah.

Adapun proses pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS ini nantinya diprioritaskan bagi tenaga guru, tenaga , tenaga penyuluh pertanian/perikanan/peternakan, dan tenaga teknis yang sangat dibutuhkan pemerintah.

Berikut kriteria dan syarat pegawai honorer untuk bisa diangkat menjadi CPNS:

  • Tenaga honorer yang berusia maksimal 46 tahun dan mempunyai masa kerja 20 tahun atau lebih secara terus-menerus
  • Tenaga honorer yang berusia maksimal 46 tahun dan mempunyai masa kerja 10-20 secara terus-menerus
  • Tenaga honorer yang berusia maksimal 40 tahun dan mempunyai masa kerja 5-10 tahun secara terus-menerus
  • Tenaga honorer yang berusia maksimal 35 tahun dan mempunyai masa kerja 1-5 tahun secara terus-menerus.
Baca Juga   Terkait Pinjaman Online, Presiden Jokowi Digugat Warga