Sebanyak 9.000 Warga Sipil Mariupol “Dikubur” Rusia?

Avatar Of Teddy Chaniago
11. Mariupol | Buliran.com

BuliranNews, KIEV –  Perang antara Rusia dan Ukraina masih belum diketahui, kapan akan berakhirnya. Pro dan kontra terkait jumlah korban yang jatuh di kedua kubu pun masih hangat diperdebatkan. Yang terbaru, pasukan Rusia dituding mengubur antara 3.000 hingga 9.000 warga sipil di Mariupol, Ukraina.

“Di Desa Mangush, penjajah (Rusia) bisa mengubur antara 3.000 hingga 9.000 warga Mariupol. Hal ini ditunjukkan dengan perbandingan dengan foto satelit pemakaman di Bucha, di mana 70 orang ditemukan (setelah kuburan massal) digali dan diisi dengan mayat setiap hari sepanjang April. Sumber kami mengatakan bahwa di kuburan seperti itu, mayat ditempatkan di beberapa lapisan,” kata Dewan Kota Mariupol, Kamis (21/4), dilaporkan kantor berita Ukrinform yang dikelola pemerintah Ukraina.

Wali Kota Mariupol Vadym Boychenko menuduh Rusia turut mengubur ratusan warga sipil di luar Mariupol. “Mereka (pasukan Rusia) membawa mayat warga Mariupol yang tewas dengan truk dan membuangnya ke parit-parit itu. Mereka menyembunyikan kejahatan militer mereka,” katanya.

Pada Kamis lalu, Vladimir Putin mengklaim bahwa pasukan Rusia telah memenangkan pertempuran di Mariupol. Kota pelabuhan tersebut telah berada di bawah pengepungan Rusia selama berminggu-minggu. Karena telah memenangkan pertempuran, Putin membatalkan operasi untuk menyerbu pabrik baja Azovstal.

Pabrik tersebut merupakan benteng pasukan Ukraina di Mariupol. “Dalam hal ini, kami perlu memikirkan, maksud saya, kami selalu perlu memikirkannya, tapi khususnya dalam kasus ini, kami perlu berpikir tentang melindungi nyawa serta kesehatan prajurit dan perwira kami. Tidak ada alasan untuk menembus jalur bawah tanah ini dan di bawah fasilitas industri ini,” kata Putin saat membatalkan operasi penyerbuan pabrik baja Azovstal, dilaporkan kantor berita Rusia, TASS.

Baca Juga   Wow, Panathinaikos Kontrak Kiper Berdarah Indonesia