Camat Tapos Ajak Warga Kembali Kepada Al Quran

1. camat.jpg 1 | Buliran.com

, DEPOK – Al Quran selain merupakan kitab suci umat Islam yang berisikan wahyu dari Allah yang berisi segala ketentuan yang harus dilakukan dan tidak oleh kaum Muslim, juga merupakan pedoman bagi manusia dalam menjalankan kehidupan agar selamat dunia dan akhirat.

Karenanya, Al Quran jangan sebatas penghias rumah saja. Namun benar-benar harus dijadikan landasan bagi umat Islam dalam kehidupannya. Karena sebagai landasan dan pedoman hidup, maka umat Islam harus kembali kepada Al Quran.

“Mari jadikan Al Quran sebagai pedoman dalam kehidupan ini. Karena di dalam Al Quran, semua hal tentang hidup dan kehidupan termaktub di dalamnya. Nah tunggu apa lagi, mari kita kembali kepada Al Quran,” ujar Camat Tapos, H Abdul Mutolib di hadapan jamaah Salat Tarawih Masjid Jami' Al Hasanah di 004/009 Kelurahan , .

Pak Camat menyebutkan, tak akan ada umat Islam yang tersesat atau melakukan kesalahan selagi selalu berpedoman kepada aturan dan ketentuan yang tertulis dalam Al Quran. Nah, kenapa harus ragu untuk kembali kepada Al Quran.

1.1 camat.jpg 1 | Buliran.com

H Abdul Mutolib yang hadir bersama Sekcam Tapos, H Sugino, H Mujahidin, Lurah Cilangkap , Lurah H , David, Lurah Cimpaeun dan Sekretaris Kelurahan Widodo, berharap jangan sampai umat Islam khususnya warga Tapos mengabaikan keberadaan Al Quran.

“Bulan Suci Ramadhan adalah bulan di mana Al Quran diturunkan, karenanya mari kita berlomba untuk membaca dan mengkhatamnya. Selain itu, semua ketentuan yang ada didalamnya kita jalankan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga Tapos menjadi lebih baik,” imbuhnya.

H Abdul Mutolib juga mengimbau warga Tapos untuk memakmurkan masjid, mengisi Ramadhan dengan kegiatan positif bernilai ibadah serta menjadikan Ramadhan tahun ini menjadi yang terbaik dalam kehidupan.

Baca Juga   6 Makanan Kesukaan Nabi Muhammad SAW Selama Bulan Puasa Ramadhan

Selain itu, Pak Camat juga mengimbau warganya untuk lebih menjaga keluarganya terutama anak-anak yang masih berusia remaja. Agar generasi muda ini tak terperangkap dalam kegiatan yang merugikan berupa balapan liar dan tawuran.

H Moch Mamuri Rastaman yang memberikan tausiyah pada kegiatan tersebut juga membahas tentang dahsyatnya Al Quran. Di mana menurutnya, membaca Al Quran akan memberikan kekuatan kepada umat Islam untuk menjadi besar dan menjadi pemimpin di masa depan.

“Dalam Al Quran terdapat 66.000 kosa kata yang semuanya mengandung arti dan makna yang jelas, runut dan pasti,” jelah Ustadz Mamuri.

Karena kekuatan yang maha dahsyat di dalam Al Quran dengan membacanya, mereka yang tak beragama Islam selalu berupaya menghadirkan propaganda dengan tujuan menjauhkan umat Islam dari kitab sucinya.

“Bagaimana cara pihak lain menjauhkan kita dari Al Quran? Misalnya dengan menghadirkan tayangan sinetron, film, berita atau olahraga yang waktunya berbarengan dengan waktu Shalat. Sehingga dalam benak kaum muslim hanya ada agenda yang telah tersusun di media-media tersebut,” ucapnya.

Dia menjelaskan, semakin dekat dan mengenal Al Quran, maka kekuatan kaum Muslim itu akan semakin kelihatan. Apalagi harus diingat, banyaknya menguasai suku kota juga secara tidak langsung menunjukkan kecerdasan seseorang.

“Rutin dan rajin membaca Al Quran, pasti akan mendekatkan seorang hamba kepada Sang Khalik. Lebih dari pada itu, juga akan memberikan kekuatan dan tak akan pernah membuat mereka rugi. Jadi, mari kita bersama-sama membaca Al Quran, memahami dan menghayati apa saja kandungan yang ada didalamnya,” katanya mengakhiri. (ted)