Militer AS “Menggigil” dengan 5 Senjata Perang Rusia Ini

Avatar Of Teddy Chaniago
3. Rusia | Buliran.com

PASUKAN militer Rusia tengah melakukan operasi militer khusus di Ukraina. Konon persenjataan yang dimiliki Negara Beruang Merah itu masih menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Rusia sedang membangun kehebatannya dengan senjata nuklir. Negara melengkapi rudal nuklirnya dengan kendaraan luncur hipersonik dan membuat peningkatan pada helikopter serang serta rudal permukaan-ke-udara.

Hal itu diungkap oleh Brent M Eastwood PhD, penulis Humans, Machines, and Data: Future Trends in Warfare. Dia juga merupakan pakar Ancaman yang Muncul dan mantan perwira Infanteri Angkatan Darat AS. Berikut setidaknya lima senjata yang disebut membuat takut militer AS atau NATO, seperti dikutip dari laman 19 Forty Five, Senin (18/4).

1. Poseidon Nuclear Torpedo

3.1 Poseidon Nuclear Torpedo | Buliran.com

Rusia sedang mengembangkan torpedo nuklir Poseidon baru. Torpedo bertenaga nuklir ini akan memiliki jangkauan yang sangat besar, dilaporkan sebesar bus (diameter 7 kaki dan 100 ton) dan akan dipersenjatai dengan perangkat nuklir.

Senjata ini menakutkan karena bisa menargetkan kota-kota AS di kedua pantai. Rusia bertujuan untuk meluncurkan Poseidon dari kapal selam K-329 Belgorod.

Rusia bisa saja mengerahkan Poseidon dengan cara yang berbeda. Itu bisa menggunakan pendekatan yang sangat lambat sehingga sulit untuk dideteksi atau diluncurkan dari sebuah wadah di dasar laut.

2. The S-400 Triumf Missile Defense System

3.2 The S 400 Triumf Missile Defense System | Buliran.com

Sistem S-400 Triumf SAM sangat kuat. Ini tidak hanya dapat menghancurkan pesawat berawak musuh dan beberapa drone, tetapi juga dapat digunakan untuk melawan rudal jelajah dan rudal balistik hingga 250 mil jauhnya. Hal itu tergantung pada rudal yang digunakan. S-400 adalah varian generasi berikutnya dari sistem pertahanan rudal S-300 yang tangguh. Setiap baterai S-400 memiliki delapan peluncur dan 32 rudal dengan radar dan pos komando bergerak. Ini telah melayani Rusia sejak 2007.

Baca Juga   Angkatan Laut Indonesia Peringkat 4 Paling Disegani di Dunia