Wajib Tahu, Ini Perbedaan Kandungan Pertamax dan Pertalite

3. beda | Buliran.com

BELAKANGAN ini, bahan bakar jenis banyak menjadi perbincangan menyusul kenaikan harganya dari Rp9.000 menjadi Rp 12.500 per liter. Lantaran hal ini, beberapa pengguna Pertamax pun mencoba untuk beralih ke yang memiliki harga lebih murah.

Lantas apa sebenarnya yang membedakan kedua jenis bahan bakar tersebut sehingga keduanya memiliki harga yang berbeda?

Mengutip CNN Indonesia, perbedaan pertama dari kedua bahan bakar ini adalah pada karakteristik warnanya. Pertamax berwarna biru, sedangkan Pertalite memiliki warna kehijauan.

Pertamax juga punya angka Oktan 92, sementara Pertalite sedikit lebih rendah yaitu 90.

Angka Oktan lebih tinggi dapat membuat proses pembakaran lebih baik dan tidak meninggalkan residu pada ruang bakar mesin. Selain itu, juga lebih ramah lingkungan.

Semakin tinggi Oktan, maka akan lebih lama terbakar. Hal ini akan menentukan seberapa banyak pemakaian bahan bakar pada mesin.

Perbandingan Kompresi

Perbedaan lain terdapat pada kompresi masing-masing bahan bakar untuk mesin. Pertamax contohnya didesain untuk tingkat rasio kompresi mesin di kisaran 10:1 hingga 10,9:1, sedangkan Pertalite untuk mesin rasio kompresi kisaran 9:1 hingga 10:1.

Selain itu, perbedaan mencolok dari kedua bahan bakar ini PERTATEC ( Technology) pada Pertamax.

“Selain menghasilkan pembakaran yang sempurna, Pertamax juga memiliki kelebihan lainnya karena formula PERTATEC. Formula zat aditif yang memiliki kemampuan untuk membersihkan endapan kotoran pada mesin sehingga mesin jadi lebih awet, menjaga mesin dari karat serta pemakaian bahan bakar yang lebih efisien,” kata Pertamina.

Zat aditif itu diklaim membersihkan endapan kotoran pada bagian mesin dengan lebih baik. Kemudian teknologi ini juga diklaim dapat membersihkan endapan kotoran pada bagian injector, mengoptimalkan pembakaran, dan konsumsi bahan bakar.

Baca Juga   Mengenal Kapal Induk Terbesar di Dunia

Persentase endapan yang berkurang berkat teknologi ini berkisar di angka 20 persen. ***