Nuansa Religi “Nagububurit” di Madinah

Avatar Of Teddy Chaniago
8. Tutup | Buliran.com

MEMASUKI tahun kedua pandemi Covid-19, sejumlah negara mulai melonggarkan aturan. Hal itu berdampak pada aktivitas Ramadan di sejumlah negara tersebut.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Ni’am Sholeh, membagikan kisahnya melewati Ramadan dari Madinah. Menurutnya, toko-toko di Madinah tutup pada pagi hingga sebelum Zuhur.

“Dari salah satu pedagang pakaian di kawasan Taiba Suites, diperoleh informasi kalau ia baru buka tiga hari yang lalu. Selama dua hari puasa, mereka menutup dagangannya pada pagi hingga sebelum Zuhur, baru setelahnya mereka berjualan, hingga pukul dua pagi,” kata Asrorun, Senin (4/4).

Meski secara aturan tidak terlalu ketat, katanya, aktivitas pertokoan belum pulih sepenuhnya karena masih banyak yang tutup. Hanya beberapa yang buka bahkan sebagian baru mulai memajang barang dagangannya.

Setiap Salat Rawatib, seluruh toko tutup untuk ikut berjamaah. Kabar baiknya, bagi yang suka berbelanja, saat Salat Tarawih toko-toko diperkenankan buka.

Dia mengatakan, bagi jamaah yang berkenan mengikuti pengajian dapat bergabung dengan majelis taklim yang dilaksanakan antara Ashar dan Maghrib di dalam Masjid Nabawi. Di sana akan ada kiai yang menyampaikan materi pengajaran keagamaan dalam bahasa Arab.

Ngabuburit ke Makam Rasululah

Bagi yang tidak mau ikut majelis taklim untuk menunggu Magrib, jamaah bisa mengaji Alquran, atau ziarah ke makam Rasulullah SAW, ziarah ke makam Baqi, atau sekadar jalan menunggu Magrib. Seperti menyaksikan ditutupnya payung raksasa usai Ashar jelang matahari tergelincir.

Payung raksasa sebagai pelindung jamaah dari terik matahari itu terbuka secara serentak di pagi hari, kurang lebih satu jam usai, saat matahari sudah muncul dari peraduan.

Bagi yang akan berkunjung ke Raudhah, disarankan bisa waktu malam hari, sekitar dua jam usai tarawih, untuk menghindari antrian panjang. Untuk jamaah perempuan, waktunya disediakan mulai waktu Dhuha hingga sebelum Dhuhur. Sementara, jelang Magrib hingga Isya, waktu kunjung ke Raudhah dan ziarah ke Baginda Rasul SAW ditutup sementara.

Baca Juga   Tips Hindari Kantuk yang Mendera Saat Puasa

Bagi para peziarah yang hendak menempuh perjalanan dari Mekah ke Madinah atau sebaliknya, bisa menggunakan moda kereta api dengan jarak tempuh relatif lebih cepat.

Jika biasanya mengendarai mobil butuh waktu lebih lima jam. Sementara dengan kereta api waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan Mekah – Madinah hanya 2 jam 25 menit. Kecepatan 300 km/jam. Perjalanan dari Mekah ke Madinah berhenti di dua stasiun, yaitu Jeddah (Bandara King Abdul aziz) dan stasiun pusat bisnis Rabigh.

Saat ini cuaca di Madinah normal seperti di Indonesia. Namun udara kering, sehingga kulit bisa kering bersisik dan bibir bisa pecah-pecah. Disarankan untuk membawa tabir surya, pelembab, dan lip gloss, serta vitamin secukupnya. ***