Mayoritas Publik di Tanah Air Tolak Penundaan Pemilu

Avatar Of Teddy Chaniago
8. Tolak | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA – Statemen dari Menko Marinves Lhut Binsar Pandjaitan, ketua umum PKB Muhaimin Iskandar, ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto serta ketua umum PAN Zulkifli Hasan terkait tingginya penolakan dari masyarakat untuk tetap melaksanakan Pemilu tahun ini, ternyata hanya isapan jempol belaka.

Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) dalam rilis terbarunya terkait sikap publik terhadap penundaan pemilihan umum (Pemilu) 2024. Hasilnya, 78,9 persen publik disebut menyatakan tegas menolak wacana atau usulan tersebut. Artinya tidak benar kalau mayoritas masyarakat Indonesia ingin Pemilu 2024 ditunda.

“Dalam hasil survei menunjukkan 78,9 persen publik mendukung pemilu harus tetap dilaksanakan pada 2024 walaupun pandemi Covid-19 belum menentu akan berakhir dalam waktu dekat,” ujar Direktur SMRC, Reza Deni dalam rilis daringnya, Jumat (1/4).

Menurutnya, angka penolakan publik terhadap penundaan pemilu sama dan konsisten seperti hasil survei di September 2021. Publik yang menilai pemilu harus diundur karena alasan pandemi sebanyak 11,9 persen.

Di sisi lain, penundaan pemilu dengan alasan ekonomi juga disebut mendapatkan respons penolakan yang cukup besar. Ia menyampaikan, sebanyak 79,8 persen publik menginginkan pemilu 2024 tetap digelar meski kondisi ekonomi akibat pandemi belum pulih.

“Hanya ada 11,4 persen masyarakat yang setuju pemilu diundur karena alasan pemulihan ekonomi,” kata Deni.

Selanjutnya, sebesar 78,5 persen nyatakan penolakan jika pemilu ditunda karena alasan pembangunan ibu kota negara (IKN). “Yang mendukung penundaan pemilu ke 2027 karena alasan pembangunan IKN yang belum selesai hanya sekitar 10,9 persen,” ujar Deni.

Baca Juga   101 Perkara Korupsi Ditangani KPK di 2021 dengan 116 Tersangka