Minang Sakato, Wadah Kebersamaan untuk Kemaslahatan Masyarakat Perantauan

Avatar Of Teddy Chaniago
3. Minang.jpg | Buliran.com

Namun yang bersangkutan tak lama menjadi orang nomor satu di Minang Sakato, selanjutnya barulah tongkat kepemimpinan ini beralih ke tangan Hendra Zon yang mengambil alihnya pada tahun 2015-2019 dan 2019-2024.

Paguyuban Minang Sakato sejak dirikan hingga hari ini, memiliki beragam aktivitas dalam rangka menjalin silaturahim dan kebersamaan serta tentunya meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

“Alhamdulillah, aktifitas yang dilakukan selain melanjutkan arisan bulanan sebagai media silaturahmi anggota, berbagai program baru pun sudah dilaksanakan antara lain: Wisata ke Cipanas (2016), Milad Minang Sakato (2017) di Masjid Surau Gadang, Setu Babakan, Jagakarsa, jelasnya.

Tak sekadar itu, Minang Sakato di tangan Hendra Zon, pun ikut mengawaki kelahiran organisasi DPC IKM (Induk Keluarga Minang) di Jagakarsa pada 2018 silam.

“Dan salah satu hal yang monumental adalah adanya wakaf tanah seluas 200 M2 di Cileungsi untuk kegiatan Minang Sakato dari anggota senior Pak Sopian pada tahun 2019 lalu,” ujar Hendra Zon serius.

Setiap tahunnya, Minang Sakato ikut melaksanakan ibadah qurban pada Iedul Adha, mendirikan organisasi pemuda Minang Sakato bernama Palanta Sakato yang diketuai Afernando, SH. Menyelenggarakan Pulang Basamo dan menyaksikan pesta budaya di desa Kubu Gadang, Padang Panjang pada November 2018.

Minang Sakato juga memberdayakan Palanta Sakato menjadi sebuah Badan Otonom Lembaga Bantuan Hukum bernama BO – LBH BHADRIKA yang berada di bawah binaan Yayasan Guru Tahoe – Sekolah Raja 1856.

Baca Juga   Silat Penuh dengan Adat dan Filosofi