PPATK Curigai Transaksi Hingga Rp 1,6 T

Avatar Of Teddy Chaniago
1. Ppatk | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan bahwa tindak kejahatan pencucian uang semakin marak terjadi di Indonesia.

Deputi Bidang Pemberantasan PPATK Tuti Wahyuningsih mengatakan pihaknya menemukan lebih dari Rp 1,6 triliun transaksi mencurigakan.

“Secara umum, berdasarkan basis data pelaporan transaksi keuangan mencurigakan selama periode 1 Januari 2021-Maret 2022 terdapat sebanyak lebih dari 50 LTKM (Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan) dengan total nilai transaksi lebih dari Rp 1,6 triliun. Mayoritas indikasi tindak pidana asal pada transaksi kripto terkait perjudian, penipuan, prostitusi,” ungkap Tutidalam Seal Webinar Series mengenai “Mengenal Lebih Dekat Aset Kripto”, Jumat (25/3).

Adapun PPATK sejauh ini telah melakukan penghentian sementara terhadap 121 rekening terkait investasi ilegal yang dimiliki 46 pihak pada 56 penyedia jasa keuangan dengan total nominal Rp 353,98 miliar.

“Berdasarkan kerja sama dengan pihak penegak hukum dan otoritas terkait, diketahui adanya aliran dana pencucian uang hasil investasi ilegal yang melibatkan dua pihak afiliator trading telah mengalir ke luar negeri. Hingga saat ini PPATK telah melakukan kerja sama dengan 5 FIU (Financial Intelligence Unit) di luar negeri,” terang Tuti.

Dalam investigasi ini ditemukan beberapa penyembunyian aset yakni berupa aset kripto di dua exchanger di Indonesia maupun luar negeri.

Dalam upaya menyembunyikan dan menyamarkan hasil kejahatannya, jelas Tuti, pelaku kejahatan menggunakan metode transaksi melalui Payment Gateway. Di samping itu, dana investasi ilegal juga terafiliasi dengan entitas pengelola sejumlah situs judi online.

Baca Juga   KSPI Ancam Gelar Mogok Nasional