Mendirikan Partai Politik Tak Cukup dengan Nama Besar

Avatar Of Teddy Chaniago
1. Uwoh.jpg | Buliran.com

KEHADIRAN puluhan bahkan ratusan partai politik saat ini, tentu saja sebuah hal yang biasa setiap kali pesta demokrasi menjelang. Namun sejarah juga mencatat, hampir sebagian besar partai politik itu rontok pasca verifikasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum.

Dan pada akhirnya, partai politik yang sudah memiliki branding, basis masa dan jejaring yang kuat sajalah yang tetap bisa survive. Dengan kata lain, partai yang sudah lebih dulu ada, akan memiliki potensi selamat yang lebih besar ketimbang partai yang baru seumur jagung.

Untuk diketahui, untuk menghadirkan sebuah partai politik baru, nama besar para inisiator dan deklaratornya saja tidaklah cukup. Apalagi hanya bermodal semangat dan kerja keras.

Mesin partai membutuhkan amunisi yang tidak sedikit. Selain dalam rangka menghadirkan jajaran kepengurusan di 34 provinsi dan minimal 75 persen kepengurusan tingkat cabang/daerah di 518 kabupaten/kota, mobilisasi sebuah partai politik tidaklah kecil.

Dengan kata lain, antara finansial, nama besar dan masa yang kuat, mustahil sebuah partai bisa bersaing di pentas nasional.
Karenanya beban politik dan beban ekonomi sebuah partai, sudah selayaknya pemerintah menyiapkan sebuah regulasi yang tepat, agar bagaimana kedepannya jumlah partai politik ini tak terus membengkak bak cendawan di musim hujan.

Para “pencari panggung” juga diharapkan tak latah dalam mendirikan sebuah partai. Jangan hanya karena harapan dan keinginan tak terakomodir, langsung saja menjawab dengan menghadirkan partai politik.

Baca Juga   Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Mahasiswa Hukum Surati Jokowi