Bansos  

e-Warong Pilihan Terbaik untuk Program BPNT

1.1 mamuri.jpg | Buliran.com

, DEPOK– Program Bantuan Pangan Non Tunai () yang didistribusikan pemerintah dalam bentuk pemberian uang cash atau tunai beberapa waktu lalu, sebenarnya bukanlah solusi terbaik dalam program tersebut.

Karena programnya adalah bantuan non tunai, tentu dalam bentuk barang yang ditebus di yang telah ditunjuk. Bukan malah dalam bentuk uang tunai, karena selain nama dan nomenklaturnya berbeda tentunya marwahnya tak sama dengan nama programnya yaitu non tunai.

“Kalau programnya non tunai ya dalam bentuk barang, tapi kalau dikucurkan dalam bentuk uang itu namanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang ada pada era Presiden ,” kata H Mamuri, salah seorang suplier e-Warong saat dihubungi BuliranNews.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Haji ini, harusnya nama program kegiatan disamakan dengan sistem pendistribusiannya. Apalagi dari banyak informasi yang didapatkan, bantuan dalam bentuk tunai justru lebih memicu keramaian.

“Jika alasan simpel dan mudah serta mengantisipasi merebaknya virus Covid-19, menurut saya sistem e-Warong jelas yang lebih baik. Sebab, selain tak memicu keramaian, sistem pendistribusiannya pun bisa diatur sedemikian rupa,” imbuhnya.

Meski program BPNT didistribusikan dalam bentuk uang tunai merugikan suplier e-Warong yang ada, namun pihak suplier tak bisa berbuat banyak. Karena posisi mereka sangatlah dilematis.

Apa yang diutarakan H Mamuri, tentunya perlu disikapi secara bijak. Sebab, e-Warong selain lebih tertib dan rapi, tepat sasaran, masyarakat penerima bantuan tinggal beres, pun menghidupkan sentra-sentra dan kelompok usaha yang ada di tengah masyarakat selaku pengelola e-Warong.

“Harusnya dikembalikan ke porsi sebelumnya, jika namanya bantuan non tunai ya harus non tunai. Jangan dipaksakan menjadi tunai, sebab dengan perobahan tersebut, selain tak sesuai dengan nama kegiatan, pun juga memangkas simpul perekonomian antara suplier dengan e-Warong dan masyarakat penerima bantuan,” kata , menyampaikan pendapatnya.

Baca Juga   Pasar Murah bagi Masyarakat Rentan Digelar TP PKK Pusat di Kecamatan Tapos

Untuk itu, sebagaimana diutarakan oleh H Mamuri, politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa () itu berharap agar BPNT dikembalikan kepada bentuk semula yaitu dengan menebusnya di e-Warong yang telah ditunjuk pemerintah sebelumnya. (ted)