Minyak Goreng Kemasan Tembus Rp 60.000

Avatar Of Teddy Chaniago
3. Migor | Buliran.com

Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid, sebelumnya bertanya kepada Mendag mengenai harga keekonomisan pasar, karena dengan dicabutnya harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter itu cukup menyusahkan masyarakat.

“…berapa harga keekonomian minyak goreng? Kan diserahkan kepada pasar. Tadi argumennya supaya pengusaha itu tidak punya insentif dan inisiatif untuk ekspor. Karena ekspor tidak jauh lebih manis,” tanya Nusron.

Menurut Nusron, banyak masyarakat membeli minyak goreng kemasan 2 liter per bulan. Dimana menurutnya akan terjadi pergeseran konsumsi dari minyak goreng kemasan menjadi membeli minyak goreng curah. Saat ini memang minyak goreng curah terpaut jauh harganya hanya Rp14 ribu per liter karena disubsidi.

Lutfi menerangkan harga keekonomian untuk minyak goreng curah seharusnya itu di angka Rp18 ribu per liter pada saat ini.

“Rp18 ribu itu curah. Sudah jadi minyak siap distribusi untuk capai Rp14 ribu itu butuh subsidi Rp4.000,” katanya.

Sementara untuk harga keekonomian, minyak goreng kemasan menurut hitungannya mencapai Rp 20.000.

“Kalau harga CPO Rp15.700 itu kira kira Rp 20.000 (untuk harga keekonomian migor kemasan) harga sekarang lagi naik mereka lagi berburu market place-nya nanti ada market leader ke bawah, begitu barang berlimpah harga akan ter-adjust. Adjustment-nya Rp21 – 22 ribu,” kata Lutfi.

Kunci Harga Keekonomian

DPR mendesak agar pemerintah mengunci harga keekonomian minyak goreng. Jika melebihi angka yang ditentukan maka opsi larangan ekspor minyak sawit mentah bisa dilakukan.

Baca Juga   Singkirkan Dewa United, Persis Susul RANS ke Liga 1