Gunung Krakatau, Keindahan nan Senantiasa Menebar Ketakutan

12. gunung | Buliran.com

MENDENGAR nama Krakatau pasti yang ada di benak kita adalah gunung api yang ganas karena ledakannya yang pernah terjadi begitu dasyat. Krakatau merupakan legenda kegunungapian yang ada di Indonesia diantara puluhan bahkan ratusan gunung api aktif lainnya yang ada di negeri ini.

Akibat letak geologis Indonesia, Indonesia merupakan negara yang berada di lingkaran cincin api. Hal ini menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api baik yang tidak aktif maupun yang masih sangat aktif dan salah satunya adalah Krakatau.

Kali ini kita akan membahas mengenai yang baru- baru ini menjadi pembicaraan banyak orang di Indonesia karena berhubungan sebuah yang melanda tanah .

Sejarah Singkat Krakatau

Krakatau sebenarnya merupakan komplek vulkanik aktif yang berada di tengah laut. Gunung Krakatau ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu, yang dikenal dengan nama Krakatau Purba.

Gunung Krakatau Purba diperkirakan memiliki tinggi 2.000 mdpl dengan diameter hingga 11 km yang terletak di tengah laut. Konon letusan Krakatau purba sangat dasyat hingga dampaknya memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera dan mempengaruhi hingga ke beberapa belahan dunia serta memusnahkan beberapa peradaban.

Setelah letusan yang maha dasyat ini gunung Krakatau purba dengan menyisakan kaldera atau kawah besar yang ada di bawah laut. Tepi kawah tersebut membentuk tiga pulau vulkanik yaitu Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung. Setelah itu lahirlah Gunung Krakatau.

Karakteristik Gunung Krakatau

Gunung Krakatau merupakan sebuah gunung api yang khas karena memiliki memori tersendiri bagi khususnya yang berada di sekitar selat Sunda. Gunung ini memiliki beberapa karakteristik yang khas, antara lain sebagai berikut:

Baca Juga   Luas Maksimal, Penduduk Minimal : Ini 5 Kota Paling Sepi di Indonesia

Salah satu karakteristik yang sangat khas dari gunung Krakatau adalah letaknya yang berada di tengah- tengah laut, tepatnya di Selat Sunda. Karena berada di tengah- tengah laut maka sebagian badan gunung ini berada di bawah permukaan air laut dan karena tingginya maka bagian atas lah yang muncul di permukaan laut.

Gabungan dari tiga gunung

Tidak banyak orang yang tahu bahwa Gunung Krakatau ini terbentuk dari gabungan 3 gunung lainnya, yakni gunung Danan dan Gunung Perbuwatan yang tumbuh di sekitar Gunung Rakata (Pulau vulkanik yang tumbuh akibat dari meletusnya Gunung Krakatau Purba). Ketiga gunung tersebut menyatu menjadi gunung yang lebih besar dan dinamakan Krakatau.

Merupakan lanjutan dari gunung api purba

Gunung Krakatau lahir dari kaldera yang tumbuh. Kaldera ini terbentuk akibat meletusnya gunung Krakatau Purba yang berukuran sangat besar dan memiliki ketinggian lebih dari 2.000 mdpl.

Memiliki potensi ledakan yang sangat dasyat

Salah satu karekateristik yang dimiliki oleh gunung Krakatau adalah memiliki ketusan yang sangat dasyat. Letusannya tidak hanya menimbulkan vulkanik dan memuntahkan material dari perut Bumi saja, namun juga menimbulkan karena keberadaannya yang ada di tengah laut. Hal ini sudah dibuktikan pada tahun 1883.

Sebagian gunung hancur akibat ledakannya

Salah satu fakta yang dimiliki oleh gunung Krakatau adalah sebagian (tepatnya bagian atas)d dari gunung ini telah hancur akibat letusannya sendiri.

Nah itulah beberapa karakteristik yang dimiliki oleh gunung Krakatau. Krakateristik tersebut khas dan belum tentu dimiliki oleh gunung api lainnya.

Letak Gunung Krakatau

Gunung Krakatau merupakan gunung yang berada di tengah laut, tepatnya di Selat Sunda. Selat Sunda merupakan selat yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Baca Juga   Potret 10 Negara Termiskin di Dunia Tahun 2021, Semuanya di Benua Afrika

Jadi, apabila kita menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakaheuni dan sebaliknya, kita akan melihat beberapa gunung api salah satunya adalah gunung Krakatau ini.

Material yang Terkandung di Gunung Krakatau

Material yang dimiliki oleh gunung Krakatau tidak begitu jauh berbeda dengan gunung- gunung api lainnya di Indonesia. Beberapa material yang dimuntahkan oleh gunung Krakatau pada saat erupsi dasyatnya pada tahun 1883 antara lain adalah:

  • Abu vulkanik
  • Batu apung pijar (karena masih panas)
  • Lumpur panas

Nah itulah beberapa material yang tersimpan di perut gunung Krakatau yang dimuntahkan pada tahun 1883. Material- material tersebut berada di perut gunung Krakatau yang berada di bawah laut.

Sejarah Meletusnya Gunung Krakatau

Gunung Krakatau telah beberapa kali menorehkan sejarah letusan, baik itu erupsi kecil maupun yang maha dahsyat. Erupsi maha dahsyat yang dialami oleh gunung Krakatau ini terjadi pada tahun 1883, tepatnya pada tanggal 26 Agustus- 28 Agustus 1883.

Letusan ini didengar oleh 1/8 penduduk di dunia dan terdengar hingga ke benua lain. Riwayat meletusnya gunung Krakatau sebelumnya juga pernah terjadi pada tahun 416 Sebelum Masehi yang diikuti oleh letusan pada abad ke- 3, 9, 10, 11, 12, 14, 16 dan 17.

Letusan maha dahsyat sebenarnya terjadi pada gunung yang sama namun pada saat itu masih sedikit. Dan letusan dahsyat lainnya terjadi pada tahun 1883, pada saat itu populasi manusia sudah agak padat sehingga korban yang terkena pun mencapai lebih dari 36.000 jiwa.

Hal ini tentu mendapatkan perhatian besar. Bahkan tsunami yang terjadi tercatat sebagai tsunami terdahsyat di Samudera Hindia hingga tanggal 26 Desember 2004.

Baca Juga   Anda Harus Tau Guys, Ini Deretan Pasukan Khusus Terbaik di Dunia

Letusan gunung Krakatau pada tahun 1883 ini terjadi selama 3 hari yakni 26 – 28 Agustus 1883. Namun tanda- tandanya terlihat sejak bulan Mei. Tidak hanya berujung pada 28 Agustus saja, namun letusan ini juga memiliki ekor hingga Februari 1884. Pada taggal 26 Agustus 1883 tersebut, letusan sasyat beruntun terjadi 4 kali yaitu:

  • Pukul 05.30 berasal dari bagian gunung Perbuwatan
  • Pukul 06.44 berasal dari bagain Gunung Danan
  • Pukul 10.02
  • Pukul 10.41

Masing- masing letusan tersebut menimbulkan tsunami yang rata- rata tingginya mencapai 30 meter.

Penyebab dan Dampak Letusan Krakatau

Gunung Krakatau setelah letusan dasyat pada tahun 1883 memang telah menurun aktivitasnya. Yang lebih aktif sekarang adalah anak Gunung Krakatau yang terus tumbuh. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan apabila Gunung Krakatau bisa meletus lagi. Ada beberapa hal yang kemungkinan bisa menjadi penyebab meletusnya gunung Krakatau, yaitu:

  • Gempa bumi dasar laut
  • Longsiran material di bawah laut
  • Aktivitas tektonik bawah laut

Adapun beberapa dampak yang kemungkinan bisa ditimbulkan apabila Gunung Krakatau ini meletus antara lain:

  • Tsunami Selat Sunda
  • Runtuhnya pulau- pulau kecil di sekitar Krakatau
  • Rusaknya bangunan di pulau sekitar Krakatau
  • Timbulnya korban jiwa. ***