Terkait Usulan Presiden 3 Periode, DPD RI Pastikan No

7. La Nyalla Matalitti pembelot geotimes | Buliran.com

, JAKARTA – Ketua DPD AA Mahmud Mattalitti kembali menegaskan, bahwasanya lembaga yang dipimpinnya akan menjadi yang terdepan untuk menghalangi wacana masa presiden tiga periode. Salah satu caranya dengan mengajak para ulama dan habaib untuk memastikan Indonesia yang lebih baik.

“Mohon doa dari para ulama dan habaib supaya negara ini selamat. Saya juga minta para ulama dan habaib untuk istiqomah bergerak memperbaiki kondisi masyarakat,” ujar LaNyalla ketika bersilaturahmi dengan Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) Jakarta, Sabtu (19/3).

Ia menjelaskan, perpanjangan masa jabatan presiden dapat terealisasi lewat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 oleh MPR. Sedangkan, DPD yang merupakan bagian dari MPR akan tegas menolak usulan tersebut.

“Amandemen ini dilakukan oleh MPR, yang di dalamnya ada anggota DPR dan DPD. Kalau DPD tidak ikut artinya itu bukan Sidang MPR dan tidak sah,” ujar LaNyalla.

Ia juga menepis kabar adanya anggota DPD yang akan diajak untuk melakukan sidang pleno MPR untuk mengamandemen UUD 1945. Pihaknya memiliki tata tertib yang mengikat dan tak boleh dilanggar.

“Kami satu suara, menolak perpanjangan jabatan presiden. Artinya kalau ada anggota yang ikut sidang MPR dan mendukung itu, bisa diproses di Badan Kehormatan, sanksinya diberhentikan,” ujar LaNyalla.

Di samping itu, DPD disebutnya tengah bersiap untuk menggugat ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen. Tujuannya agar demokrasi tegak berdiri dan tidak dikangkangi oleh kekuatan .

“Supaya negara mampu memunculkan banyak calon pemimpin nasional. Bahkan idealnya tidak hanya dari partai , tetapi juga dari elemen non partisan seperti kami, di DPD RI,” ujar LaNyalla. (*/rpl)

Baca Juga   Anda Perlu Tahu! Begini Pengaturan Pangkat, Golongan & Gaji ASN