Jika Pengguna Meninggal Dunia, Data Mereka Mengirab Kemana?

Avatar Of Teddy Chaniago
3. Data | Buliran.com

SAAT INI, dalam berbagai aktivitas digital yang kita lakukan, ada berbagai jejak yang kita tinggalkan. Baik berupa posting-an foto, daftar pencarian di peramban, kumpulan komentar di media sosial, hingga alamat surel serta akun-akun yang kita miliki.

Berbagai jejak digital itu ada lah kumpulan identitas virtual yang kita miliki selama hidup. Namun, apa yang terjadi ketika pemilik data ternyata sudah meninggal?

Dikutip dari Popular Mechanics, dosen senior di Universitas Uppsala di Swedia, Carl Öhman, menjelaskan, aturan praktisnya adalah kita memiliki semua jejak digital yang selama ini kita buat di dunia maya. “Tapi, kita memilikinya bersama dengan platform di mana kita mengunggah data tersebut. Contohnya, di Facebook kita memiliki semua data yang kita posting di Facebook, tetapi Facebook juga memiliki data itu,” ia menjelaskan.

Dalam penelitian yang dilakukan pada 2019 dan diterbitkan dalam jurnal Big Data & Society, Öhman memperkirakan akan ada minimal 1,4 miliar pengguna Facebook yang meninggal pada 2100. Jumlah itu didapat dengan asumsi platform tersebut berhenti menarik pengguna baru setelah 2018 ketika ia melakukan analisisnya. Namun, jika jaringan terus berkem bang dengan kecepatan saat ini, dia mengatakan, mungkin ada lebih dari 4,9 miliar profil dari orang yang sudah meninggal pada saat itu.

Dengan skala seperti itu, topik data post-mortem akan melampaui pertimbangan moral, etika, dan hukum individu. “Apa yang Anda pegang pada dasarnya adalah catatan sempurna dari masa lalu, arsip terbesar dari perilaku manusia yang pernah dikumpulkan dalam spesies kita,” kata Öhman melanjutkan.

Baca Juga   Apakah Wilayah Anda Memiliki Sinyal TV Digital? Coba Cek di Sini