Ahmad Husein: Nasionalis Sejati yang Selalu Dicap Sebagai Pemberontak

Avatar Of Teddy Chaniago
10. Ahmad | Buliran.com

MENYEBUT nama Ahmad Husein, selalu saja menghadirkan dua potret yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, pemerintah pusat menganggapnya sebagai seorang pemberontak. Namun di sisi lain, dia adalah seorang nasionalis sejati yang sulit dicari bandingnya di persada ini.

Nama Ahmad Husein memang tidak dapat dilepaskan dari sebuah gerakan yang pernah menggegerkan perjalanan sejarah bangsa Indonesia, yaitu dengan berdirinya  “pemerintahan tandingan,” Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia pada  15 Februari 1958 di Padang, Sumatera Barat.

Saat itu namanya masih Sumatera Tengah. Dialah salah seorang putera Sumatera Barat yang berani mengultimatum pemerintah pusat agar mau memenuhi beberapa tuntutan daerah dan peristiwa ini merupakan peristiwa paling serius dan terbesar, baik dalam skala waktunya, maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya pada sejarah perjalanan Negara Indonesia.

Tanggal 28 November 1998, saat salah seorang putera terbaik bangsa ini (Ahmad Husin) kembali kehadirat Illahi Rabbi, dan dimakamkan di taman makam pahlawan Kuranji, Padang.

Pemakamannya yang dilakukan di TMP Kuranji, tentunya memberikan gambaran kepada kita semua betapa besarnya penghormatan dan tentu saja jasanya bagi negeri ini. Dapat disimpulkan, ketika seorang Ahmad Husein dimakamkan di Makam Pahlawan, berarti dia bukanlah seorang pemberontak.

Hal  ini sesuai dengan pernyataannya ke sejumlah sejawatnya yang menjenguk tokoh kharismatik ini di akhir-akhir hayatnya di kediamannya di Jagakarsa, Jakarta.

Baca Juga   Tan Malaka, Revolusi Seorang Guru