Pergub No 31 Disinyalir “Basmi” Media di Bengkulu

Avatar Of Teddy Chaniago
9. Media | Buliran.com

Anjang menilai kebijakan Pergub No 31 tersebut sangat tidak populer dimana disaat situasi serba sulit dan ekonomi melemah juga dibebani dengan hal yang tidak mungkin diusahakan secara instan.

“Media pers di Bengkulu ini sangat banyak mungkin ada ribuan yang tersebar di sembilan kota dan kabupaten dan jika dikalikan satu media memiliki karyawan 10 orang sudah berapa ribuan orang masyarakat Bengkulu yang terzolimi dengan Pergub tersebut,” katanya.

Untuk menyelamatkan hidup para pelaku media yang ada di Provinsi Bengkulu ini maka FMMB akan melakukan audensi dengan Gubernur untuk mencabut Pergub tersebut.

Juru bicara FMMB, Aurego Jaya menambahkan dalam persoalan ini sebelum melakukan audensi dengan Gubernur alangkah baiknya terlebih dulu melakukan audensi Ke BPK RI Perwakilan Bengkulu.

“Menurut pandangan saya ada baiknya kita audensi ke BPK RI Perwakilan Bengkulu, sebelum kita menghadap Gubernur,” ucap Aurego.

Dalam pertemuan FMMB tersebut diadiri puluhan Pimpinan maupun Owner Perusaan Media Massa (Pers) tersebut juga dihadiri ketua asosiasi media diantaranya seperti ketua JMSI, Ketua AMBO, Perwakilan MIO dan Perwakilan MOI

Peraturan Gubenur Bengkulu Nomor 31 Tahun 2021 Tentang Penyebarluasan Informasi Penyelenggarakan Pemerintah Provinsi Bengkulu telah diundangkan pada tanggal 1 Oktober 2021, serta rekan – rekan Forum Media Massa Bengkulu sepakat akan melaksanakan audensi ke BPK RI Perwakilan Bengkulu. (rie)

Baca Juga   Oalah, Penggelapan Puluhan Mobil Rental Diotaki Ibu Dua Anak