Pergub No 31 Disinyalir “Basmi” Media di Bengkulu

Avatar Of Teddy Chaniago
9. Media | Buliran.com

BuliranNews, BENGKULU – Beredarnya Peraturan Gubernur (Pergub) No 31 Tahun 2021 Tentang Penyebarluasan Informasi Penyelenggarakan Pemerintah Provinsi Bengkulu, mendapat sorotan dari banyak pihak. Sebab, Pergub tersebut disinyalir sangat merugikan dan mematikan penggiat media massa yang ada di Provinsi Bengkulu.

Koordinator Farum Media Massa Bengkulu (FMMB), Anjang Sumitro, Rabu (9/3/2022) mengatakan dengan keluarnya pergub ini sangat merugikan dan mematikan para pelaku media massa terutama media online yang berada di Provinsi Bengkulu karena bertolak belakang dengan situasi perusahaan pers pada saat ini.

“Pergub ini sudah diundangkan, tapi apa yang memberatkan pada kondisi saat ini?, pasal (15) ayat (3) huruf (a) berbunyi perusahaan pers harus terdaftar dan terverifikasi administrasi di dewan pers.” Ungkapnya.

Ia menambahkan padahal untuk mengurus pendaftaran di dewan pers itu tidak segampang membalikan telapak tangan dan sangat banyak proses yang harus dilewati padahal hampir 99 persen kehidupan pelaku pers masih bergantung di APBD karena untuk swasta di Bengkulu boleh dikatakan tidak ada.

Jadi kalau harus mendaftar dan terfericikasi di dewan pers paling cepat membutuhkan waktu enam bulan dan selama enam bulan tersebut dari mana penghasilan kawan media.

Oleh karena itu untuk menyikapi masalah tersebut maka FMMB mendesak agar Gubernur mencabut Pergub No 31 tersebut apalagi saat ini kondisi serba sulit, selain menghadapi Covid 19, pelaku usaha pers juga harus diwajibkan terferivikasi di dewan pers.

Baca Juga   Babai Suhaimi : Pemerintah Harus Jujur Kepada Pedagang Kemiri Muka