Buru Hotong, Nutrisi dari Pulau Buru

Avatar Of Teddy Chaniago
11. Buru | Buliran.com

DIKUTIP dari situs resmi Bulog, buru hotong punya nama ilmiah (Setaria italica (L) Beauv.). Tanaman sejenis padi ini merupakan produk pangan lokal masyarakat pulau Buru, Maluku. Bentuknya mirip alang-alang dengan karakteristik mudah tumbuh di lahan kering sekalipun.

Tanaman buru hotong berupa rumpun dengan tinggi 60-150 cm. Untuk umur panennya, 75-90 hari setelah buru hotong ditanam. Hal ini bergantung dengan jenis tanah dan lingkungan budi daya buru hotong.

Saat panen, biji buru hotong diambil lalu diproses sampai tahap siap tanak. Prosesnya tak jauh beda dengan padi. Namun pengupasannya tidak bisa pakai alat padi karena bijinya lebih kecil.

Buru hotong punya kandungan karbohidrat mirip beras-beras di Indonesia, namun protein dan lemaknya lebih tinggi. Sementara untuk tingkat kepulenan, buru hotong menghasilkan tekstur layaknya nasi dengan tingkat kepulenan sedang.

Penelitian juga mencari tahu daya cerna pati buru hotong. Hasilnya tingkat kecernaan buru hotong lebih rendah dibanding beras. Hal ini memberi harapan produk-produk berbasis tepung hotong akan menghasilkan indeks glikemik yang cenderung rendah

Biji hotong memiliki komponen bioaktif yang memiliki sifat antioksidan, yaitu tanin dan vitamin E. Tanin sendiri tergolong polifenol yang memiliki kemampuan menangkap radikal bebas.

Kondisi minim kerusakan radikal bebas pada tubuh diketahui berdampak pada pencegahan penyakit degeneratif. Diantaranya kanker, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskuler.

Baca Juga   Kepiting Soka, Kelezatan Khas dari Tarakan