Krisis Chipset Semikonduktor Lambungkan Harga Laptop

Avatar Of Teddy Chaniago
5. Laptop | Buliran.com

“Hal ini membuat jumlah laptop yang bisa diproduksi pun berkurang, dan hal ini tidak hanya pada laptop atau computer desktop. Perangkat elektronik lain yang menggunakan chip mulai dari smartphone sampai mobil mengalami kendala,” kata Firman, seperti dikutip dari laman CNBC Indonesia, Rabu (9/3).

Setidaknya dari kondisi kelangkaan ini pabrikan terpaksa menaikkan harga jual laptop, untuk membeli kembali komponen semikonduktor untuk proses produksi berikutnya.

“Kenaikan harga cukup signifikan, bisa sampai 30%,” kata Firman.

Ditambah permintaan masyarakat saat ini tengah melonjak akan permintaan laptop. Dimana kebutuhan berbagai pekerjaan hingga sekolah dilakukan secara daring.

Makanya upaya yang dilakukan untuk menjaga kestabilan harga, mulai dari menjaga kestabilan stok. Menurut Firman dari 2021 lalu, Asus berhasil meningkatkan produksi dan pengiriman laptop ke Indonesia dibandingkan 2020 dan 2019. Namun kelangkaan chipset ini masih terus berlanjut hingga 1-2 tahun ke depan.

“Namun kondisi kelangkaan chipset ini kemungkinan masih akan terus berlanjut sampai 1-2 tahun ke depan. Di sisi lain, era new normal ini membuat masyarakat semakin butuh dengan perangkat laptop ataupun PC desktop untuk bekerja dari rumah dan sekolah dari rumah. Kita sendiri berharap bisa lebih optimal dalam mengalokasikan stok perangkat-perangkat laptop dan desktop kita yang hanya sedikit ini untuk disebar ke sebanyak mungkin pengguna di Indonesia, tidak hanya di kota-kota besar saja,” kata Firman. ***

Baca Juga   Wow, Rp 150 Triliun Dihabiskan Warga Indonesia untuk Pelesir ke Luar Negeri Setiap Tahun