Sejumlah Negara Mulai “Bercerai” dengan Covid-19

Avatar Of Teddy Chaniago
8. Ilustrasi Wni Karantina 169 | Buliran.com

PEMERINTAH KERAJAAN Arab Saudi melonggarkan pembatasan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke negara berjuluk negeri serambi mekah tersebut. Negara kerajaan ini juga mencabut syarat bagi pelancong untuk menyertakan hasil tes negatif PCR atau rapid antigen saat tiba di Saudi.

Hal ini disampaikan Kementerian Dalam Negeri seperti dikutip Biro Pers Saudi (SPA), seperti dilansir Al Arabiya, Minggu (6/3). Kendati tak lagi dikarantina, asuransi kesehatan bagi para pelancong ke Saudi masih diberlakukan. Termasuk aplikasi penelusuran kontak Tawakkalna untuk memasuki sejumlah tempat publik dan saat menggunakan transportasi publik.

Pemerintah Arab Saudi juga mencabut larangan penerbangan dari beberapa negara. Seperti dari Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Eswantini, Mozambik, Malawi, Mauritius, Zambia, Madagaskar, Angola, Seychelles, Komoros, Nigeria, Ethiopia, dan Afghanistan.

Kementerian Dalam Negeri menyebut pencabutan pembatasan Covid ini juga berkaitan dengan tingginya angka imunitas dan vaksinasi. Pencabutan sejumlah pembatasan ini dilakukan saat angka kasus harian Covid-19 terus mengalami penurunan setelah mengalami lonjakan pada pertengahan Januari.

Selain Arab Saudi, sejumlah negara juga telah melonggarkan pembatasan perjalanan bagi wisatawan. Termasuk juga pencabutan persyaratan tes RT-PCR bagi pelancong yang sudah divaksinasi lengkap.

Berikut beberapa negara yang bisa dikunjungi tanpa harus karantina dan tes Covid-19, seperti dilansir dari Indian Express, Senin (7/3).

Mesir

Negara itu sendiri telah menurunkan persyaratan RT-PCR sejak tahun lalu bagi mereka yang divaksinasi lengkap. Akan tetapi Mesir hanya menyetujui vaksin Covishield dan AstraZeneca.

Baca Juga   Ratusan Boeing 737-800 Milik China Eastern Airlines Dikandangkan