Kamboja, Surganya Makanan Ekstrem

10. kamboja | Buliran.com

NEGERI KAMBOJA benar-benar memiliki selera yang berbeda dengan masyarakat di belahan dunia lainnya. Kamboja bisa dikatakan sebagai surga di bahkan dunia.

Tradisi kuliner bangsa Khmer sangat sederhana yaitu mereka memasak dan memakan hampir semua makhluk yang hidup dan bernyawa.

“Kami memakan apa saja seperti ular, kalajengking, jangkrik, belalang, kodok, kadal, , anjing bahkan juga tikus sawah,” kata Sambath Li, supir Tuk Tuk (sejenis andong bermotor) di pusat kota Siem Reap, Kamboja.

Salah satu tempat di pusat kota ini yang bisa Anda kunjungi untuk mencari makanan ekstrim ini adalah di pasar tumpah pinggir jalan ruet 60 arah Siem Reap-Kompong Thom.

Di pasar tumpah pinggir jalan itu, banyak dijual macam-macam barang, dari mulai sayuran dan buah-buahan serta mainan anak-anak, termasuk kuliner ekstrem.

Di tenda kaki lima dipajang aneka macam baskom berisi jangkrik goreng, belalang panggang, dan oseng-oseng tarantula. Ada berbagai saus juga yang bisa Anda pilih untuk santapan tersebut mulai dari saus asam kecut sampai saus rangrang.

Sebetulnya, orang Khmer lebih suka makan ayam atau setiap harinya. Tapi yang membuat mereka harus memakan apa yang ditemukan di sekitar lahan pertanian dan sawah mereka.

Sebanyak 80% penduduk Kamboja yang 14,5 juta adalah petani. Apalagi, ketika zaman Khmer Merah dan Pol Pot berkuasa. Pada saat Kamboja terlibat saudara antara tahun 1975-1978, kehidupan bangsa Khmer sangat darurat dan memprihatinkan.

Mereka harus bertahan hidup dengan memakan apa yang melata di sawah, keluar dari tanah, atau terbang di antara tanaman padi di sawah. ***

Baca Juga   Itiak Lado Mudo Khas Ngarai Bukittinggi