Karupuak Jariang, Sensasi Unik Makan Jengkol ala Masyarakat Minang

Avatar Of Teddy Chaniago
13. Karupuak | Buliran.com

JIKA KALIAN bertandang ke Ranah Minang, Anda akan disuguhkan kuliner-kulinernya yang pastinya sangat nikmat. Tak terkecuali bagi pecinta jengkol, di sini ada keripik penggugah selera, namanya karupuak jariang.

Karupuak jariang terbuat dari olahan jengkol, rasanya yang khas, renyah serta gurih bisa dijadikan teman makan nasi, atau dipadukan dengan makanan berkuah.

Selain itu, karupuak jariang juga nikmat dijadikan camilan. Aromanya yang khas dan rasanya yang menggugah menjadi daya tarik tersendiri.

Makanan ringan ini sangat mudah ditemui di Sumatera Barat, di warung, rumah makan, hingga pusat oleh-oleh karupuak jariang tak pernah absen.

Jengkol termasuk bahan makanan berupa lalap, dan untuk saat ini harga jengkol memang lumayan mahal. Harganya hampir sama dengan daging.

Kemudian untuk harga karupuak jariang sendiri, masih pas di kantong yakni sekitar Rp120 ribu per kilogram di pusat oleh-oleh.

Tetapi di warung, biasanya dijual dengan kemasan kecil berisi 2 hingga 4 keping kerupuk per bungkus, biasanya dihargai Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per bungkus.

Salah seorang warga Padang, Risman (60) mengatakan karupuak jariang sangat pas jika dimakan bersama nasi dan lauk pauknya.

“Karupuak jariang di sini sudah jadi makanan khas, ada di mana-mana,” ujarnya.

Cara Membuat Karupuak Jariang

Membuat karupuak jariang tidaklah sulit, bahannya hanya jengkol yang agak tua. Kemudian jengkol direbus atau digoreng hingga kulit tipisnya terpisah.

Baca Juga   Kue Sapik, Camilan Khas Lebaran di Ranah Minang