Ayo Merapat, Omicron dari Gejala Ringan Hingga Berat, Ini Obatnya !!!

3. obat | Buliran.com

PERAWATAN mereka yang terpapar , selama ini mengandalkan beberapa obat antivirus. Penggunaanya juga bergantung pada derajat penyakit seseorang.

“Ada beberapa obat antivirus yang dipakai, dan sudah kita rekomendasikan juga di buku 5 organsiasi profesi. Saya kira juga adopsi Kementerian ,” kata Spesialis Paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K), pada Jumat (25/2).

Obat antivirus yang digunakan itu, diantaranya adalah Favipiravir, Molnupiravir, Nirmatrelvir/Ritonavir, dan Remdevisir.

Dalam tata laksana Farmakologis, dia menyatakan semua tingkatan gejala mendapatkan C dan D. Tetapi untuk orang yang tanpa gejala tidak ada anti virus.

“Sedangkan yang ringan ada antivirus, sedang ada lagi. Berat dan Kritis, obat-obat yang disarankan Remdesivir,” jelasnya.

Berikut rangkuman tata laksana Farmakologis yang dipaparkan Erlina Burhan:

Tanpa Gejala

  • Vitamin C, D
  • Pengobatan suportif
  • Pengobatan komorbid dan komplikasi

Gejala Ringan

  • Vitamin C, D
  • Favipiravir atau Molnupiravir atau Nirmatrelvir/Ritonavir
  • Pengobatan simtomatis
  • Pengobatan suportif
  • Pengobatan komorbid dan komplikasi

Gejala Sedang

  • Vitamin C, D
  • Remdesivir atau alternatifnya: Favipiravir, Molnupiravir, atau Nirmatrelvir/Ritonavir
  • Antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi DPJP
  • Pengobatan simtomatis
  • Pengobatan komorbid dan komplikasi

Gejala Berat atau Kritis

  • Vitamin C, B1, D
  • Remdesivir atau alternatifnya: Favipiravir, Molnupiravir, atau Nirmatrelvir/Ritonavir
  • Kortikosteroid
  • Anti IL-6 (Tocilizumab/Sarilumab)
  • Antibiotik (pada suspek koinfeksi bakteri)
  • Antikoagulan LMWH/UFH/OAC berdasarkan evaluasi DPJP
  • Tata laksana syok (bila terjadi)
  • Pengobatan komorbid dan komplikasi. (/npb)

 

Baca Juga   UU IKN akan Didugat Koalisi Sipil ke MK