Perintah di Kegelapan

Avatar Of Teddy Chaniago
3. Abu | Buliran.com

KAMIS (17/2) sore, listrik di kantor Kecamatan Tapos mendadak mati. Tak diketahui secara pasti, apa penyebab aliran pembawa kehidupan itu sontak terhenti. Semua kegiatan pun langsung terhenti di istana Kecamatan Tapos tersebut.

Sebagian pegawai dan juga pengunjung kantor kecamatan terlihat bergerak ke bagian depan kantor sembari menyaksikan derasnya air hujan turun dari langit. Sebagian lagi, terlihat sibuk melihat putaran jarum jam yang sepertinya bergerak dengan sangat lamban.

Di antara kegelapan tersebut, berpendar cahaya bak lilin tertiup angin dari onggokan kursi tamu yang ada di depan ruangan Sekretaris Kecamatan.

Pelan-pelan dari pendar cahaya tersebut, terdengar instruksi agar mewaspadai angin kencang dan juga pohon-pohon tua yang ada di pinggiran jalan.

“Jangan sampai ada bahaya yang datang, antisipasi hujan yang turun dengan deras ini dengan selalu memonitor keadaan. Pastikan semuanya aman terkendali,” suara yang memecah kegelapan itu terdengar lantang diantara gelegar petir dan rintik hujan yang tiada henti.

Siapa yang memberi perintah tersebut? Ternyata dia adalah H Abdul Mutolib, Camat Tapos. Karena gelap, meski agak sulit memastikan orangnya, namun perintah tegas dan berwibawa itu, tentunya hanya yang bersangkutanlah yang bisa memberikannya.

Selain selalu memonitor keadaan, H Abdul Mutolib pun meminta jajarannya baik yang ada di kecamatan, kelurahan ataupun di lingkungan masyarakat untuk siaga penuh. Sebab menurutnya, curah hujan cukup tinggi dan berlangsung cukup lama.

Monitoring keadaan menurut Sang Camat, adalah bagian dari pelayanan yang harus diberikan pemerintah. Masyarakat kata dia, harus berada dalam keadaan aman, nyaman dan tenang meskipun cuaca selalu datang tidak menentu.

“Kesiapsiagaan adalah cermin profesionalitas aparat, karena itu tak ada alasan bagi aparat untuk lengah saat curah hujan tinggi. Karena bisa saja, curah hujan yang tinggi berdampak pada banjir atau tumbangnya pepohonan,” katanya beralasan.

Baca Juga   Diplomasi Makan Siang : Pepes Ikan Peda, Sambel dan Petai Perekat Persaudaraan Ala Cimpaeun

Selain melakukan monitoring penuh, Pak Camat juga meminta agar masyarakat pun senantiasa waspada. Sebab, yang namanya bencana kapan pun bisa datang walapun tidak ada tanda-tanda sebelumnya.

“Misalnya gempa dan angin kencang atau juga kebakaran, kan tidak ada tanda-tandanya. Nah, disinilah pentingnya kewaspadaan itu,” imbuhnya.

Sembari menjawab tanya, Pak Camat sesekali tetap menelpon orang-orangnya untuk mengetahui keadaan. Apalagi, aliran listrik terhenti merata di wilayah tersebut.

“Pastikan semuanya aman, pastikan semuanya tenang. Tak perlu khawatir, kanena pemerintah akan selalu ada bersama warga,” ucapnya menenangkan stafnya melalui sambungan telepon.

Ternyata, perintah di kegelapan cukup efektif dalam memastikan keadaan masyarakat. Karena menurut Abu, justru di kegelapanlah biasanya bahaya lain juga mengintai sebutlah itu pencurian dan sebagainya.

“Intinya jangan pernah lengah,” katanya serius. ***