UMKM  

Sukses dengan Kuliner Kimpul dan Batik, UMKM Jatijajar Lirik Sampah

2. Buk Tin.jpg | Buliran.com

BuliranNews, DEPOK – Dimana ada kemauan, di situ pasti ada jalan. Kalimat singkat namun padat itu, benar-benar dijadikan landasan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kelurahan Jatijajar untuk terus bergerak dan mengembangkan sayap demi peningkatan kesejahteraan para anggotanya.

Sukses dengan beragam kuliner dan mencuat dengan slogan “kumpul gak kumpul yang penting ” dan batik yang mengangkat tema atau motif kimpul dan juga jatijajar, kembali UMKM setempat melebarkan sayapnya.

“Sesuai dengan arahan Pak dan Pak , maka keberadaan yang selama ini menjadi “musuh” di tengah masyarakat harus didayagunakan menjadi lebih bermanfaat. Walaupun belum secara penuh, namun sudah ada produk yang kami hasilkan melalui barang-barang yang tak terpakai itu,” kata ketua UMKM Jatijajar, .

Sambil memperlihatkan beberapa tangkai bunga yang ada di dalam tasnya, wanita energik ini menyebutkan kalau bunga-bunga tersebut dibuat dari bahan yang sudah tak terpakai.

“Isian bunga atau kembangnya dari dacron yang dibungkus kain perca bekas jahitan, sementara batangnya menggunakan bekas sumpit mie ayam,” kata Tin sembari memperlihatkan satu persatu produk yang telah dibuatnya.

Ke depan, tentunya UMKM Jatijajar akan terus berupaya menghasilkan produk lainnya sesuai dengan arahan dari pemerintah daerah.
Kasi Ekbang Jatijajar, yang kebagian dua tangkai kembang dari kain perca tersebut, menyambut baik upaya kreatif dan inovatif dari UMKM Jatijajar yang menurutnya telah mulai menghasilkan banyak produk yang cukup membanggakan.

“Saya minta UMKM Jatijajar untuk terus berkreasi sehingga mampu melahirkan produk-produk yang memiliki daya saing dan nilai ekonomis tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga   Hasbullah Rahmad Siap Bersinergi Kembangkan UMKM Jatijajar

Terkait sampah, Andi menuturkan, banyak hal yang bisa diproduksi dari sampah. Selain dijadikan kompos atau pupuk alami, setelah dipilah, tentunya juga bisa dijadikan sebagai bahan untuk produk seperti contoh kembang yang dibuat UMKM, tas plastik dan lain sebagainya,” tutur Andi.

Sebagai Kasi Ekbang, Andi menyatakan kebanggaannya akan kemampuan dari UMKM Jatijajar menghasilkan berbagai produk yang bernilai ekonomis dan mampu mengangkat nama Jatijajar.

“Saya optimis, Jatijajar bisa,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Camat , mengatakan, UMKM merupakan lokomotif perekonomian di tengah masyarakat. Karena menjadi lokomotif, tentunya UMKM harus pintar berkreasi dan melahirkan inovasi baru.

“Jika mencanangkan one village one product, saya optimis Kelurahan Jatijajar akan berkembang dengan lebih dari satu produk. Kuncinya adalah bagaimana menjadikan produksi itu bisa berkesinambungan dan tak hanya eforia sesaat,” jelasnya.
Selain itu, produk yang dihasilkan haruslah memiliki tampilan yang elegan dan tentunya berkualitas baik. Selain itu, persoalan pemasaran dari produk yang dihasilkan jangan diabaikan. (ted)