Telaah  

DIM dan Perlunya Apresiasi Negara

5. hendra.jpg | Buliran.com

Oleh:

Ketua Paguyuban Minang SAKATO, Jakarta.

DILIHAT dari perspektif jumlah penduduk yang hanya 2,9 persen dari populasi nasional serta sumber daya alam (SDA) yang terbatas, tentunya Sumatera Barat tak memiliki keistimewaan secara nasionalis. Namun, masyarakat suku bangsa Minang yang mendiami wilayah Provinsi Sumatera Barat, pantas dikedepankan karena sangat berpengaruh secara nasional dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari sebelumnya adalah kumpulan kerajaan yang berdiri masing-masing dan berjuang melepaskan diri dari penjajahan secara lokal.

Melalui tokoh-tokohnya,  suku bangsa Minang yang kini bernaung dalam Provinsi Sumatera Barat, adalah yang pertama mensosialisasikan pemikiran untuk bernegara (1856), menjadi tiang utama lahirnya bangsa Indonesia (1928), mencapai kemerdekaan Negara Republik Indonesia- NRI (1945) dan membentuk NKRI (1950). Namun akhirnya, semua itu pudar setelah berlakunya Undang-Undang Desa Nomor : 5/1979

Jika kita menarik garis lurus ke belakang, pemikiran bernegara secara berkesatuan lahir dari Sekolah Guru Kweekschool yang didirikan oleh Abdul Gani Radjo Mangkuto bersama pemerintah Hindia Belanda dan diresmikan pada tanggal 1 April 1856. Sebagai sekolah yang bekerjasama dengan pemerintah, nama sekolah ini dengan cepat tersebar di seluruh Sumatera dan menjadi tujuan utama siswa dari kebanyakan anak para bangsawan Kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Sumatera. Sehingga sekolah ini lebih dikenal dengan sebutan Sekolah Raja.

Diantara guru yang mengajar di Sekolah Raja tersebut adalah Sutan Sulaiman yang lebih dikenal dengan sebutan Guru Tahoe karena pengetahuannya yang luas atas sistem pemerintahan kenagarian tigo tungku sejarangan (TTS) yaitu Trias Politika ala Minangkabau yang berkembang sejak abad 13.

5.1 hendra | Buliran.com

Konsep ini menjadi inspirasi siswanya untuk menyatukan visi dan misi persatuan bernegara. Akhirnya pemerintah Hindia Belanda mencopot Guru Tahoe dari profesi guru namun diangkat menjadi Lareh Kurai Banuhampu (walikota +Banuhampu) pada tahun 1877.

Salah seorang murid Sekolah Raja yang terinspirasi dari pendidikan sepeninggal Guru Tahoe adalah Syekh Ahmad Al Minangkabawi yang kemudian dikenal sebagai tokoh Pelopor Nusantara karena menyebarkan nilai kebangsaan pada murid2 dari seluruh nusantara yang belajar padanya di Mekkah selain mengajarkan agama dengan keahliannya selaku Mufti mazhab Syafi'i dan imam besar Masjidil Haram.

Lahirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan adalah buah dari buku kamus bahasa Indonesia yang di susun guru Nawawi bersama pemerintah Hindia Belanda sehingga cepat tersebar di seluruh Nusantara sebagai bahasa pengantar dengan penduduk pribumi. Guru Nawawi juga adalah guru yang mengajar di Sekolah Raja pada akhir abad 19, kamus bahasa Indonesia ejaan lama ini merupakan kelanjutan atas karya pribadi sebelumnya yaitu buku Kamus .

Nilai-nilai kebangsaan yang mulai terbentuk di Sekolah Raja kemudian diterjemahkan oleh salah satu murid Sekolah Raja lainnya yaitu Ibrahim Datuk Sutan , peletak dasar kebangsaan Indonesia dan pencetus berdirinya negara republik Indonesia melalui pendirian PARI (Partai Republik Indonesia) untuk mewujudkan pemikirannya yang berjudul Naar de Republika (1925).

Bangsa Indonesia akhirnya lahir melalui kongres pemuda 1928 yang dirangkum oleh Mr Moh. Yamin selaku sekretaris panitia Kongres Pemuda dalam Ikrar Sumpah Pemuda:

Baca Juga   Yusof Bin Ishak, Negarawan Berdarah Minang yang Jadi Presiden Pertama Singapura

“Bertumpah darah satu, tanah air Indonesia
Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia,
Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia”.

Tanpa proses menyatukan yang dirangkai guru Tahoe, Syekh Ahmad Al Minangkabawi, Guru Nawawi dan Tan Malaka, kesadaran berbangsa nasional berbagai kerajaan di seluruh Nusantara belum tentu terjadi.

Mr. Mohammad Yamin bersama anggota BPUPKI lainnya melahirkan konsep konstitusi yang dideklarasikan bernama Piagam Jakarta. Ideologi Pancasila yg terangkum di dalamnya mirip dengan konsep TTS yang tersimpul dalam “Adat bersandi Syara', Syara'bersandi kitabullah (ABS-SBK)”.

Setelah dikoreksi oleh PPKI, proklamasi kemerdekaan Indonesia digaungkan ke dunia . Inilah sejatinya yang berperan mengusir penjajahan Jepang dan sisa-sisa penjajahan Hindia-Belanda. Siapa dia?, Dia adalah Perdana menteri pertama Republik Indonesia: Sutan Syahrir.

Kehadiran Negara Republik Indonesia setelah proklamasi, ternyata tidak mendapatkan pengakuan dunia secara utuh hingga ibukota Jakarta terus menerus mendapat serangan Belanda dan sekutunya hingga ibukota negara harus berpindah-pindah. Darii Jakarta mengungsi ke Yogyakarta, namun tetap digempur hingga kabinet Mohammad Hatta di Yogya runtuh dan seluruh menteri kabinetnya ditangkap Belanda.

Kembali Ranahminang tampil dalam sejarah dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia () yang beribukota di Bukittinggi dipimpin (presiden) Mr. Syafruddin Prawiranegara. Dia kemudian berhasil menyelamatkan kemerdekaan Negara RI (Desember 1948) dan melepaskan seluruh tahanan termasuk kabinet Hatta.

Keberhasilan ini diidukung dengan siaran terus menerus ke seluruh dunia melalui RRI Bukittinggi yang memiliki pemancar radio terkuat di Asia peninggalan penjajahan Jepang untuk menuju satu kekuatan Asia Timur Raya. Selain itu juga ditunjang oleh 3 diplomat ulung jajaran kabinet PDRI yaitu Menteri luar negeri: AA Maramis (berkedudukan di India) Perwakilan Indonesia di PBB; LN Palar ) berkedudukan di USA) dan Merangkap Menteri Pertahanan dan Penerangan: Mr. Syafruddin Prawiranegara (berkedudukan di Indonesia yang memimpin langsung pemerintahan dan diplomasi melalui pemancar radio dari ibukota Bukittinggi). Berhasil meyakinkan dunia melalui Sidang umum Istimewa PBB (Januari 1949 ) berbuah penghentian agresi Belanda bersama sekutu nya (USA) terhadap kelompok yang sebelumnya di stempel dunia hanya Pemberontak/Gerilyawan Revolusi Indonesia, dan bukan Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga   Anies Melesat, Anies Dicecar

Kalau PDRI adalah penyelamat kemerdekaan Indonesia semasa pemerintahan yang dipimpin Syafrudin Prawiranegara lengkap dengan anggota kabinet aktif yang berkedudukan di dalam dan luar negeri. Berperan selama sekitar 270 hari dengan sangat efektif mempengaruhi dunia dan konsolidasi di seluruh wilayah Sumatera. Nah, kenapa PDRI tidak digaungkan dalam sejarah dan kenapa kedudukan pimpinannya tidak diakui sebagai Presiden RI kedua”.

Sejuta tanya, pantas diapungkan oleh seluruh anak negeri di Indonesia, tak hanya mereka yang bernaung dalam suku bangsa Minangkabau. Kenapa pemerintah bungkam dan kenapa politisi negeri ini seakan tutup kuping dengan sejarah tersebut.

PDRI dengan ibukota di Bukittinggi adalah pemerintahan yang paling efektif mengubah pandangan dunia dari sebelumnya hanya dianggap pemberontakan gerilyawan revolusi Indonesia, menjadi pengakuan atas perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Hingga untuk pertamakali nya PBB bersidang umum menekan Belanda untuk mengakui kemerdekaan RI yang kemudian diakui Belanda menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS).

Pengakuan Belanda yang hanya sebatas Negara' Serikat yang meletakkan kedaulatan negara RIS tetap dibawah naungan kerajaan Belanda dalam 16 propinsi. Moh. Natsir yang tidak puas atas hasil konperensi meja bundar di den Haag tersebut membangkitkan kembali semangat perlawanan dengan menerbitkan Mosi Integral: Mencetuskan Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kemudian didukung seluruh anggota parlemen dan kabinet pada tanggal 3 April 1950. Proklamasi NKRI yang dicetuskan Moh. Natsir ini kemudian menjadi bentuk pemerintahan yang tetap berlaku hingga sekarang sampai nanti.

Kenapa sekarang timbul slogan membela NKRI harga mati sementara yang digaungkan adalah proklamasi. Begitu pula nama tokoh pencetusnya yang redup bersama dengan perjalanan waktu yang semakin jauh berlalu.

Kalau pesawat RI 001 hadiah dari Aceh dan menjadikannya Daerah istimewa Aceh. Maka RI 002 hadiah dari saudagar Minang untuk membuka perdagangan luar negeri bagi kelangsungan Republik Indonesia, hingga pantas menyandang .

Baca Juga   Waspadai Hipertensi, Asam Urat dan Gizi Buruk

Jika Jakarta pernah menjadi ibukota Indonesia yang pertama dan pernah menjadi pusat pemerintahan selama masa penjajahan Hindia Belanda di pulau Jawa, Maka pun pernah menjalankan peran tersebut dengan menjadi:
– Ibukota Republik Indonesia ke-tiga.
– Pusat pemerintahan pulau Sumatera selama masa penjajahan Hindia-Belanda dan penjajahan Jepang.
– Ibukota propinsi RI di Sumatera,
– Ibukota propinsi RI di Sumatera Tengah.
– Ibukota propinsi RI di Sumatera Barat sebelum Pemerintah Pusat memindahkan ibukota Sumatera Barat ke kota Padang sejak tahun 1979.

Nah, apalagi yang mengganjal untuk menyematkan status Daerah Istimewa Minangkabau bagi Provinsi Sumatera Barat.

Sejarah mencatat, Yogyakarta pernah menjadi ibukota Indonesia kedua dan menjadikannya Daerah istimewa Yogyakarta, maka Bukittinggi adalah ibukota PDRI yang menyelamatkan negeri ini. Yentunya Sumatera Barat pantas juga menyandang status sebagai Daerah Istimewa Minangkabau.

Pemerintahan kenagarian yang berlaku di Sumatera Barat dihapus pemerintah pusat digantikan dengan pemerintahan desa melalui UU no 5/ 1979 bersamaan dengan pemindahan ibukota dari Bukittinggi ke kota Padang.

Dengan demikian pupus tradisi pemerintahan Trias Politika ala Minangkabau yaitu tiga pilar: Ninik Mamak – Cerdik Pandai – Ulama. Biasa disebut dengan Tigo Tungku Sejarangan, perlu di hidup kan kembali dengan Sumatera Barat menyandang predikat Daerah Istimewa Minangkabau.

Sejak diberlakukannya undang-undang pemerintahan desa tahun 1979, Marwah Minangkabau mulai hilang di pemerintahan pusat dan peran Minang dalam sejarah kemerdekaan bangsa terhapus dalam sejarah negara ini.

Apabila bangsa yang besar ini melupakan awal sejarah kelahiran negara, akan kehilangan pedoman arah ke depannya, gamang berjalan diantara dua poros blok kekuatan dunia karena sudah tidak dipahami tujuan pendirian bangsa ini sebagaimana tertuang dalam Sumpah Pemuda. Maka perlu dicatat oleh semua pemegang kepentingan di negeri ini, DIM adalah upaya untuk mengembalikan jati diri Bangsa Indonesia kepada asalnya. Insyaallah…