Pangek Bilih, Nan Menggoda Selera Khas Danau Singkarak

Avatar Of Teddy Chaniago
Pangek Bilih
Pangek Bilih

TAK ADA yang bisa menolak kelezatan ‘Pangek Ikan Bilih’, makanan dengan olahan berbahan dasar endemik Danau Singkarak ini memiliki cita rasa yang pedas, dan gurih. Bumbunya yang kaya dengan rempah-rempah sangat menggugah selera, apalagi jika disantap langsung di tepian Danau Singkarak.

Berkunjung ke Danau terbesar kedua di Indonesia, tentu tidak akan lengkap rasanya jika belum mencicipi kuliner khas Ranah Minang yang satu ini.

Jika dalam bahasa Indonesia, pangek berarti pengat yakni gulai tanpa santan yang dimasak hingga kuahnya kering. Masakan yang kaya rempah terutama kunyit ini bewarna kuning kemerahan, efek dari kunyit dan cabai merah yang bersatu dalam belanga.

10. Pangek 1 | Buliran.com

Ikan bilih yang ukurannya sebesar ibu jari tangan ini memiliki daging yang lembut ketika di-pangek, ditambah segarnya rasa rempah dengan sensasi pedas. Rasa bilihnya saja sudah sangat nikmat, apalagi kuahnya yang kental, dijamin bakal bikin ketagihan. Hati-hati saat menyantap pangek ikan bilih, sebab duri-durinya tidaklah segurih bilih goreng.

Pangek ikan bilih tidak hanya menu andalan rumah makan yang ada di salingka (sekitar) Danau Singkarak, tetapi juga menjadi menu wajib di pesta pernikahan maupun hajatan adat dan budaya lainnya.

Menu pangek ikan bilih acapkali ada di pesta perkawinan nagari (desa) di sekitar Danau Singkarak, karena ikan bilih sudah menjadi ciri khas masyarakat di sekitar Danau Singkarak.

Baca Juga   Sup Brenebon, Kuliner Kaya Rempah Khas Minahasa