Budaya  

Baba Sarjuni Pimpin PPSI Kota Depok

2. PPSI.jpg | Buliran.com

, DEPOK – Kebudayaan merupakan sebuah warisan turun temurun yang harus selalu dijaga dan dipelihara. Karena dengan menjaganya, tentu akan menjadikan budaya tersebut tetap langgeng di tengah kehidupan masyarakat yang semakin modern dan majemuk.

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah memasukkan budaya itu dalam kegiatan ekstra kurikuler di -sekolah. Sehingganya, budaya yang ada di tengah masyarakat bisa terus terpelihara dengan baik.

Demikian antara lain dikatakan , ketua pimpinan cabang Persatuan Pencasilat Seluruh Indonesia () yang terpilih secara aklamasi pada silaturahmi perguruan silat MS Jalan Enam Pengasinan, Citaram, Cipayung, Depok, kemarin.

“Selain kami akan berupaya memasukkan budaya dan tradisi silat dalam kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, kami pun akan persiapkan tenaga pengajar yang akan disebar ke sekolah-sekolah,” ucapnya.

Baba Sarjuni atau lebih akrab disapa Ki Jujun ini juga menyebutkan, perhatian dan kepedulian dalam pelestarian berupa sangat lemah sekali. Sehingganya, perguruan silat yang ada, harus bisa bertahan dengan caranya -sendiri agar tak dibubarkan oleh zaman.

H salah seorang yang peduli dengan pelestarian budaya silat di Kota Depok melihat, selain kepedulian yang sangat rendaha terhadap perguruan perguruan silat yang ada, juga pemerintah tak memperhatikan kesejahteraan para pelaku yang senantiasa menjaga kelestarian budaya tersebut.

“Pemerintah jangan hanya selalu mengatakan maju, berbudaya dan sejahtera. Kalau tak ada kepedulian kepada para pemelihara budaya ini, bagaimana mungkin mereka akan sejahtera seperti yang selalu dikatakan pemerintah,” ucapnya.

Sebagai hanya dengan yang dikatakan Ki Jujun, sebagai pemerhati seni, H Iman juga berjanji untuk mendorong silat tradisi yang ada di tengah masyarakat ada di sekolah-sekolah.

Baca Juga   Kaya dengan Motif Jadikan Batik Depok Lebih Unik

“Kalau tak dijaga, apa jadinya nanti kalau pewaris saat ini tidak ada lagi. Tentunya silat-silat tradisi yang ada juga akan hilang dari peredaran,” imbuhnya.

H Agus Salim selaku ketua umum MS Jalan Enam Pengasinan dalam kesempatan itu juga sepakat untuk bersama-sama melestarikan budaya silat tradisi di tengah masyarakat sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan seluruh elemen yang ada.

“Tak bisa tidak, kita harus bersama-sama menjaganya,” imbuh Agus Salim.

Ki Ageng Sukmarea dari Dewan Pendekar DPP PPSI menambahkan, pihaknya saat ini berupaya mengenalkan PPSI di seluruh penjuru Indonesia. Sehingga silat tradisi budaya Tanah Pasunadn ini tak hanya dikenal di Jawa Barat saja.

“Saat ini, PPSI selain di Jawa Barat, sudah ada di SKI Jakarta, Banten, Kalimantan Barat dan Maluku. Kami harapkan, secara perlahan PPSI akan ada di seluruh penjuru Indonesia,” ucapnya. (ted)