Anggaran Tak Cair, Listrik ke Kantor Dewan Diputus

4. Kota Listrik DPRD Diputus fenti | Buliran.com

, KUPANG – Pemutusan aliran listrik di Kantor DPRD Kota Kupang, NTT, sejak Jumat (28/1) pagi, terkait dengan masalah pencairan , menyebabkan para dan staf sekretariat tidak bisa beraktivitas karena semua listrik padam dan ruangan gelap.

Sekretaris DPRD Kota Kupang, Rita Hariyani mengatakan akibat diputusnya aliran listrik oleh karena keterlambatan pembayaran.

“Jadi karena memang dari kita punya kantor (DPRD Kota Kupang) belum bayar (Listrik)”, kata Rita, di kantornya, Jumat (28/1).

Dia mengakui keterlambatan pembayaran tersebut mengkibatkan PLN memutus aliran listrik. “Harusnya dibayar setiap tanggal 20 tapi karena alami keterlambatan sehingga diputus oleh PLN,” kata Rita.

Rita menyebutkan tagihan untuk Bulan Januari 2022 ini sebebar 35 juta rupiah. Dan pemutusan tersebut baru terjadi Jumat (28/1) pagi sekitar pukul 08.30 Wita.

“Baru tadi (Jumat) pagi (dilakukan pemutusan)”, jelas Rita.

Rita menyebutkan pada Jumat pagi saat petugas mendatangi kantor DPRD untuk melakukan pemutusan listrik sudah dilakukan upaya negosiasi dengan pihak PLN untuk tidak dilakukan pemutusan, tapi dari pihak PLN tetap menolak.

“Jadi sudah bernegosiasi dengan pihak PLN, tapi mereka (PLN) tidak mau,” ujarnya.

Dia memberi alasan belum dibayarnya biaya listrik karena sampai sekarang belum ada pencairan dana operasional dari Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang ke Sekretariat DPRD Kota Kupang.

“Uang belum cair, belum pencairan dari Badan Keuangan karena masih proses DPA,” tambahnya.

Meski demikian, Rita menyatakan pemutusan arus listrik tidak berpengaruh dan mengganggu agenda atau kegiatan Kota Kupang.

Rita berjanji akan segera meminta bantuan Badan Keuangan dan Aset Daerah untuk segera mencairkan dana operasional Sekretariat DPRD sehingga bisa segera melakukan pelunasan keterlambatan pembayaran listrik.

Baca Juga   Bansos di Tangerang Disunat Rp 50 Ribu, Menteri Risma Ngamuk

Dan pembayaran baru bisa dilakukan pada Senin (31/1) sehingga seluruh aktifitas di sekretariat DPRD dan juga agenda kegiatan anggota DPRD tidak lagi terganggu. (*/blo/arh)