404 Terpidana Mati Menunggu Eksekusi

Avatar Of Teddy Chaniago
7. Eksekusi | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA  – Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) melaporkan per November 2021 jumlah terpidana mati yang menunggu dieksekusi naik 13 persen jika dibandingkan dengan angka pada 2020. Data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM menunjukkan pada 2020 ada 355 terpidana mati yang masuk dalam deret tunggu untuk dieksekusi, sedangkan per November 2021 jumlah itu bertambah 49 orang jadi totalnya 404 terpidana.

“Dari 404 terpidana yang masuk deret tunggu itu, 79 di antaranya telah menunggu di lembaga pemasyarakatan (lapas) selama lebih dari 10 tahun,” tulis laporan ICJR yang disusun oleh Adhigama Andre, Budiman Iftitahsari, dan Maidina Rahmawati yang diluncurkan di Jakarta, Kamis (27/1).

Para terpidana mati, terang ICJR, tidak memiliki tempat menunggu khusus sehingga mereka ditempatkan di lapas. Para terpidana mati yang menunggu eksekusi itu juga mengikuti berbagai kegiatan di lapas, termasuk di antaranya program-program pembinaan.

Hasil analisis ICJR menunjukkan bahwa mayoritas mereka yang menunggu eksekusi adalah terpidana narkotika sebanyak 260 orang, diikuti oleh terpidana pembunuhan 118 orang, perampokan sembilan orang, penyalahgunaan zat psikotropika delapan orang, teroris lima orang, kasus pencurian dan perlindungan anak masing-masing dua orang. Jika dilihat dari tempat mereka menunggu eksekusi, Lapas Kelas II A Besi Nusakambangan jadi lembaga pemasyarakatan yang paling banyak menampung terpidana mati sebanyak 49 orang.

Baca Juga   Sungai Paling Tercemar di Dunia