Dua Jempol buat Pak Camat

Avatar Of Teddy Chaniago
1. Babe.jpg | Buliran.com

SUARA orang kecil takkan mungkin bohong, suara orang kecil pasti apa adanya. Demikian sering dikatakan oleh seorang filsuf Yunani yang sangat populer bernama Socrates (469-399 SM).

Kebenaran suara rakyat kecil, akan sangat sulit dibantah hanya karena statemen para pemegang kekuasaan.

Pendapat tersebut di atas, sepertinya cocok dialamatkan kepada sosok H Abdul Mutolib, meski selaku pimpinan kecamatan di Tapos dianggap belum bekerja maksimal, namun hal itu dibantah dengan tegas seorang masyarakat sepuh yang justru tak mengerti akan pemerintahan dan kekuasaan.

“Saya tak taham dengan pemerintahan, namun saya tahu Pak Camat orang yang merakyat. Beliau hadir di tengah kami yang sebenarnya tak pernah bermimpi untuk bertemu seorang pemimpin. Untuk hal ini, dua jempol pantas diberikan kepada Camat Tapos,” kata Babe Komar (64).

Sebagai warga biasa yang jauh dari hiruk pikuk pemerintahan, pria yang selalu mengatakan tak mengerti akan politik ini menyebutkan, dia pernah ikut salat subuh bareng Pak Camat di sebuah masjid yang dia lupa namanya.

“Saya mah sudah tua, tapi saya ingat pernah bertemu Pak Camat di sebuah masjid untuk salat subuh. Yang ini, belum pernah saya dapatkan selama hidup saya,” tambahnya.

Di masjid, Camat Abu kata Komar kata Babe Komar selalu mengatakan bahwa pemerintah akan selalu hadir untuk masyarakat, karenanya jangan ragu untuk berkomunikasi langsung dengan aparatur.

“Jangan hanya minta pembangunan saja, kapan perlu minta duit sama Pak Camat atau Pak Lurah,” kata Pak Camat yang tentu saja membuat masyarakat tertegun ucapnya.

Cara dan pola kepemimpinan Camat Abu, menurut Babe Komar sangat merakyat, sehingga dia membantah atau menolak anggapan kalau dikatakan Pak Camat belum bekerja optimal atau malah tak bekerja sama sekali.

Baca Juga   Pemasok Senjata ke Teroris KKB Ditembak

“Pendapat yang mengatakan Pak Camat belum bekerja menurut saya ngaco dan hanya terkesan tak paham dengan kinerja aparatur,” katanya sambil geleng-geleng kepala. (Teddy G Chaniago)