Cara Tepat Memilih Celana Dalam untuk Wanita

13.1 tips | Buliran.com

VAGINA merupakan alat reproduksi wanita yang tentunya perlu Anda jaga dengan baik. Salah satu cara merawatnya adalah dengan memilih celana dalam yang tepat. Walaupun banyak jenis celana dalam yang unik dan menarik, jangan lupa kalau prioritas utama Anda adalah kenyamanan serta vagina. Berikut adalah cara memilih yang tepat!

Mengutip dari Mayo Clinic, kesehatan vagina adalah hal yang sangat penting untuk wanita karena dapat memengaruhi kesuburan. Oleh karenanya, Anda perlu memikirkan hal yang bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu dianggap penting, yaitu cara tepat memilih celana dalam wanita.

Anda perlu melakukannya karena celana dalam berfungsi untuk melindungi vagina dari masalah kesehatan wanita seperti lecet hingga iritasi kulit. Berikut adalah cara memilih celana dalam wanita yang tepat agar Anda juga nyaman saat beraktivitas, di antaranya adalah:

# 1. Pilih bahan yang tepat

Pakaian dalam yang berbahan katun adalah pilihan terbaik, baik dari segi kenyamanan maupun kesehatan. Bahan ini lembut, ringan dan sangat nyaman digunakan sehari-hari.

Selain itu, katun dapat menyerap keringat, sehingga dapat mengurangi kelembapan dan mencegah risiko terjadinya masalah kesehatan seperti ruam kulit serta infeksi jamur.

Apabila Anda mempunyai jenis kulit sensitif, sebaiknya berhati-hati dengan bahan sintetis seperti nilon, lycra, spandeks, dan polyester.

Hal ini karena bahan tersebut menahan udara panas di area vagina sehingga memicu timbulnya keringat. Lalu, bahan tersebut juga kurang mampu menyerap keringat sehingga meningkatkan risiko ruam serta iritasi.

13. tips | Buliran.com

# 2. Jangan terlalu ketat

Memilih celana dalam wanita sebaiknya dengan ukuran yang pas, tidak terasa sesak juga terlalu longgar. Celana yang terlalu ketat dapat mengakibatkan gesekan dan memicu timbulnya iritasi ringan pada kulit vagina.

Baca Juga   Ayo Atasi Asam Lambung Tanpa Obat

Tak hanya itu saja, saat kondisi vagina terlalu lembap karena celana dalam yang ketat, ini juga dapat mengakibatkan infeksi jamur.

# 3. Hindari celana dalam yang berenda dan model g-string

Pada kondisi tertentu, tak jarang wanita memilih celana dalam model thong (g-string) atau pun yang berenda. Meskipun celana dalam ini didesain secara khusus, sayangnya celana model ini dapat memicu iritasi dan peradangan di sekitar area kulit.

Begitu juga dengang-string. Memang belum ada penelitian yang membuktikan bahwa g-string bisa membahayakan kesehatan. Akan tetapi, bahan g-string yang terbuat dari serat sintetis dan ketat, bisa memicu terjadinya peradangan serta luka pada rektum. Gunakan g-string hanya pada saat-saat tertentu saja, bukan sebagai celana dalam harian.

# 4. Gunakan jenis yang sesuai dengan kebutuhan

Ada jenis celana dalam wanita yang dapat Anda sesuaikan dengan kondisi serta aktivitas tertentu. Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan celana dalam khusus menstruasi, kehamilan, hingga untuk menopause.

Biasanya, celana dalam menstruasi mempunyai desain anti bocor serta lebih mudah menyerap. Sementara untuk , ada pula jenis celana dalam yang lebih panjang di bagian atasnya dilengkapi dengan karet yang sangat elastis. Jangan lupa juga untuk selalu mengganti celana dalam secara berkala. ***