Penuh Kebapakan, Kapolda Banten Peluk dan Gendong Alfatir

1. banten.jpg | Buliran.com

PELAJARAN berharga bisa kita teladani dari Irjen Pol Rudy Heriyanto. Tanpa sungkan dan canggung, orang nomor satu di jajaran Tri Bharata itu dengan penuh kebapakan memeluk dan menggendong Alfatir, seorang pelajar yang ikut program vaksinasi.

Walau awalnya kaget, namun bocah 8 tahun ini, akhirnya menyadari kalau Sang Jenderal benar-benar memberikan perlindungan penuh kepadanya. Sehingga, sengatan dilengan kirinya, tak ia rasakan ketika sudah berada dalam dekapan Kapolda.

Siapapun orangnya, apalagi , jarum suntik tetaplah sesuatu yang membuat bulu tengkuk berdiri. Namun perlakuan yang diterimanya dari Kapolda Banten yang humanis itu, mampu secara cepat menurunkan rasa cemasnya. Bahkan, Alfatir tak menyadari ketika jarum suntik ditusukkan ke lengan kirinya.

Pelukan tulus jenderal Rudy serta senyum bahagia wajah-wajah tegang yang sebelumnya mengarah ke dia, mampu meluluhkan rasa sakit yang sempat dirasakannya. Ini mungkin memori terindah yang akan tersimpan lama di benak Alfatir.

Apa yang dilakukan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto tersebut, tentulah mengandung banyak makna, jika kita sungguh-sungguh mencermatinya. Selaku pimpinan tertinggi di Provinsi Banten, sang Kapolda menunjukkan, bagaimana seharusnya aparat kepolisian merasakan apa yang dirasakan warga.

1.1 banten.jpg | Buliran.com

Ketika ada warga yang cemas, dia segera memberikan perlindungan. Segera berinisiatif, tanpa perlu menunggu warga minta tolong. Sang Kapolda Banten mencontohkan, bahwa Polri harus sensitif terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi warga. Polri harus menunjukkan kesungguhan dalam melindungi warga.

Pelukan dan gendongan Kapolda terhadap Alfatir tersebut, hanyalah salah satu contoh, bagaimana Polri hendaknya senantiasa berupaya mengurangi kecemasan warga. Baik secara langsung, maupun secara tak langsung.

Baca Juga   Kelurahan Leuwinanggung Gelar Vaksin 1,2 dan Booster

Dalam hal ini, Kapolda Banten bukan hanya mengurangi kecemasan Alfatir semata, tapi juga mengurangi kecemasan teman-teman Alfatir yang pada hari itu sama-sama menjalani suntik pertama. Juga, sekaligus mengurangi kecemasan para orangtua ketika anak mereka divaksin.

Gustav Praja Alfatir, adalah murid kelas 2A Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pesanggrahan 2. Sekolah itu berada di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Pada Jumat, 7 Januari 2022 lalu, Kapolda Banten sengaja mendampingi murid-murid sekolah tersebut divaksin.

Mendampingi Sekaligus Mengayomi

Di sekolah itu, juga di sekolah yang lain, Kapolda Banten membaur bersama para murid. Ia hadir bukan hanya untuk menyaksikan, tapi memberi kekuatan psikis kepada anak-anak. Menumbuhkan kepercayaan diri mereka untuk menjalani vaksinasi.

Selain itu, Kapolda Banten juga menumbuhkan kegembiraan kepada para murid SDN tersebut, dengan memberikan perlengkapan sekolah untuk tiap murid. Dengan demikian, aktivitas vaksinasi itu berlangsung menyenangkan.

1.2 banten.jpg | Buliran.com

Langkah dan partisipatif untuk menyukseskan program nasional untuk anak usia 6-11 tahun tersebut, tentu patut kita apresiasi. Langkah ini akan memotivasi anak menyambut program vaksinasi dengan gembira.

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto mengungkapkan, 700 dosis vaksin Sinovac sudah disiapkan untuk anak usia 6-11 tahun. Dalam kegiatan vaksinasi massal kali ini, ada 16 vaksinator yang dilibatkan. Mereka merupakan gabungan vaksinator dari Polresta Tangerang dan Dinkes Kabupaten Tangerang.

“Kabupaten Tangerang sudah memenuhi syarat untuk melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Dari 330.000 anak yang terdaftar, 140.000 anak sudah selesai divaksin. Saat ini sudah 42 persen dari target,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Oh, ya, vaksinasi anak tersebut diadakan di sekolah dan orangtua murid diminta hadir untuk mendampingi. Sebagai gerakan menuju herd immunity, kebersamaan semua pihak tersebut merupakan poin penting untuk menjaga kesehatan warga secara berkelanjutan

Baca Juga   Vaksin Booster Dominan di Leuwinanggung

Vaksinasi massal tersebut, selain dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto, juga hadir Pejabat Utama (PJU) , Kapolresta Tangerang KBP Zain Dwi Nugroho, dan Kadinkes Kabupaten Tangerang dr. Desy.

Dalam konteks menyongsong pembelajaran tatap muka, ini tentulah sangat relevan. Ini merupakan cara untuk membentengi anak-anak dari paparan virus yang berbahaya, yang belum juga berakhir.

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto menjelaskan, kegiatan vaksinasi massal untuk anak usia 6-11 tahun ini, dilaksanakan secara menyeluruh dan serentak oleh seluruh Polda di Indonesia. Gerakan dengan tema Vaksinasi Merdeka Anak tersebut merupakan wujud nyata untuk mencapai target 70 persen vaksinasi, demi terbentuknya herd immunity nasional serta mendukung kegiatan pembelajaran tatap muka. ***