Tahukah Kalian Master Perang Gerilya Tersohor Dunia? Ini Daftarnya

Avatar Of Teddy Chaniago
4. Gerilya | Buliran.com

PEPERANGAN ASIMETRIS alias tidak berimbang antar kedua belah pihak yang sedang berseteru memang jamak ditemukan dalam medan perang mana pun di dunia ini.

Contohnya saja saat invasi Amerika Serikat beserta sekutu ke Irak tahun 2003 silam. Di mana Negeri 1001 Malam dikeroyok dengan segala macam kekuatan militer raksasa dunia.

Hasilnya sudah bisa ditebak, kurang dalam satu bulan Saddam Husein beserta militer Irak disapu bersih Pasukan Koalisi yang dipimpin Negeri Paman Sam itu.

Nah, salah satu cara dalam menghadapi perang asimetris ialah dengan Gerilya. Gerilya sendiri adalah perang dengan kelompok-kelompok pasukan kecil yang menyerang secara Hit and Run ke posisi musuh yang rentan untuk diserbu.

Tujuannya untuk hasilkan kerusakan sebanyak mungkin kepada lawan dan seminimal mungkin mengalami kerugian di pihak kawan.

Terhitung taktik Perang Gerilya amat manjur dalam peperangan yang sangat tidak berimbang hingga melahirkan lima tokoh militer yang mahfum akan strategi perang ini. Siapa saja kelimanya, berikut kami rangkum dari wearethemighty.com dan DocsOnline :

5. Kim Il-sung (Korea)

Jika rakyat Korea entah Selatan dan Utara ditanya siapakah pahlawan dalam melawan pendudukan Jepang di sana pastilah mereka sepakat menyebut Kim Il-sung.

4.1 Kim Il Sung | Buliran.com

Kakek dari Kim Jong-un ini memang sangat getol membawa Korea merdeka kembali dari penjajahan Jepang sejak tahun 1910.

Mendapat ilmu kemiliteran di Whasung Military Academy tahun 1926, Kim muda langsung terjun melancarkan perang gerilya terhadap tentara Jepang.

Kim bahkan dijuluki oleh Kekaisaran Jepang sebagai Tiger karena kepiawaiannya dalam melancarkan strategi gerilya. Salah satu kemenangannya melawan Jepang merebut wilayah Poch’onbo dari tangan Jepang tahun 1937.

4. Mao Zedong (China)

Pendiri Republik Rakyat Tiongkok, Mao Zedong, boleh dikatakan sebagai seorang from zero to hero. Lahir dari keluarga petani miskin, Mao terbiasa bekerja keras sedari dirinya masih kecil.

Baca Juga   Dipan Minimalis? Begini Membuatnya

Tumbuh di lingkungan kaum Proletar membuat Mao muda ikut dalam Revolusi Xinhai untuk menggulingkan Dinasti Qing yang ia anggap selalu menyusahkan rakyat.

1. Mao | Buliran.com

Mao kemudian masuk kemiliteran China untuk ikut perang gerilya sejak tahun 1937 melawan tentara Jepang yang menduduki beberapa wilayah di Tiongkok.

Usai Jepang menyerah kepada Sekutu tahun 1945, Mao kemudian memerangi kaum Nasionalis China pimpinan Chiang Kai-shek yang menyebabkan perang saudara di sana.

Dengan taktik gerilyanya, Mao berhasil menendang kaum nasionalis China yang dibekingi Amerika ke Formosa hingga akhirnya Chiang Kai-shek mendirikan negara Taiwan di pulau tersebut.

3. Che Guevara (Kuba)

Sahabat seperjuangan pemimpin Kuba Fidel Castro dan seorang sastrawan, El Che alias Che Guevara amat dikenal akan kiprahnya dalam perang Gerilya menggulingkan diktator Kuba Fulgencio Batista pada tahun 1958.

4.3 Che Guevara | Buliran.com

Dia bersama Fidel Castro sempat harus bersusah payah bergerilya di hutan Sierra Maestra karena kalah ketika menyerbu Barak Moncada tempat pasukan pemerintah bercokol.

Usai menghimpun kekuatan kembali di Sierra Maestra, maka pada tahun 1958 El Che bersama Fidel Castro dan para Revolusioner turun gunung menyerbu Santiago de Cuba.

Pertempuran tak terelakkan antara kaum revolusioner melawan tentara pemerintah Batista. Batista kalah, ia kabur ke Republik Dominika dan sejak saat itulah Castro memimpin Kuba berkat bantuan El Che.

2. Vo Nguyen Giap (Vietnam)

Harus diakui, Vo Nguyen Giap ialah seorang gerilyawan sejati yang menjalani pertempuran berat melawan dua negara raksasa, Prancis dan Amerika Serikat yang menduduki Vietnam.

Namanya mulai terkenal saat perang Indochina Pertama 1946-1954 karena kemenangan Vo dalam pertempuran Dien Bien Phu melawan tentara Prancis.

4.4 Vo Nguyen Giap | Buliran.com

Usai Prancis hengkang datanglah Amerika Serikat ke Vietnam untuk memaksakan kehendaknya membendung pengaruh Komunis di negeri itu.

Baca Juga   Belajar Motor Bagi Pemula? Begini Tipsnya

Vo harus masuk hutan lagi, bergerilya lagi bersama milisi Viet Cong dan tentara Vietnam Utara menghadapai pemenang Perang Dunia II Amerika Serikat.

Strategi sangar Vo dalam peperangan ialah saat dirinya merancang Ofensif Tet yang memadukan taktik perang gerilya dan linier.

Gegara ofensif Tet inilah titik balik perang Vietnam berada di tangan Vo Nguyen Giap dan memaksa Amerika Serikat menarik pasukannya dari sana pada 30 April 1975 setelah 19 tahun bercokol di Vietnam.

1. Abdul Haris Nasution (Indonesia)

Perwira tinggi TNI yang mendapat lima bintang di pundaknya alias Panglima Besar Abdul Haris Nasution, ialah tokoh militer yang hafal luar dalam taktik gerilya.

Mulai berkarir militer saat Belanda membentuk korps perwira cadangan tahun 1940, Nasution tahu bahwa hidupnya kelak memang tak jauh-jauh dari bau mesiu.

4.5 Abdul Haris Nasution | Buliran.com

Benar saja, ketika Agresi Militer Belanda merongrong kemerdekaan Indonesia, Nasution menyarankan agar dilancarkan perang gerilya menghadapi serdadu Kompeni.

Saran Nasution itu disetujui oleh Jenderal Soedirman yang lantas mereka berdua bergerilya menghadapi Belanda. Keberhasilan TNI dalam perang gerilya melawan Belanda tak lepas dari taktik-taktik yang Nasution canangkan. Taktik-taktik tersebut lantas ia tuangkan ke sebuah buku yang ia beri judul ‘Pokok-pokok Gerilya.’

Asal tahu saja buku Pokok-pokok Gerilya karangan Nasution menjadi bacaan wajib para kadet akademi militer di seluruh dunia termasuk Akademi Militer bergengsi Amerika Serikat, West Point.

Konon tentara Viet Cong pimpinan Vo Nguyen Giap juga mencari referensi perang gerilya dari buku ini untuk kalahkan Amerika Serikat di perang Vietnam. ***