Budaya  

Kajang Leko, Rumah Adat Jambi yang Penuh Makna

Avatar Of Teddy Chaniago
5. Kajang Leko Rumah Adat Jambi | Buliran.com

5. Rumah Adat Jambi | Buliran.com

Selain motif flora juga terdapat motif fauna atau motif binatang. Motif yang digunakan adalah motif ikan yang merupakan lambang bahwa masyarakat Jambi adalah nelayan.

Motif fauna ini dibuat tidak berwarna. Motif fauna biasa diukir di bagian bendul gaho serta balik melintang. Hiasan yang berbentuk ikan ini sudah distilir ke dalam bentuk daun-daunan yang dilengkapi bentuk sisik ikan.

Rumah panggung ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 12 meter dan lebar 9 meter. Rumah dilengkapi dengan 30 tiang penyangga berukuran besar. Yang terdiri dari 24 tiang utama dan 6 buah tiang pelamban. Tiang utamanya dipasang dalam bentuk enam dan berfungsi sebagai tiang bawah dan tiang kerangka bangunan.

Konstruksi rumah adat Jambi memiliki desain yang cukup unik, dimana pada bagian atap dikenal dengan sebutan gajah mabuk. Sementara pada langit-langit rumah menggunakan material yang disebut tebar layar yang fungsinya sebagai pemisah antara loteng dengan ruang penyimpanan. Terdapat juga tangga tambahan yang disebut pateteh untuk naik ke atas loteng.

Rumah yang menjadi identitas budaya Jambi ini dahulu merupakan bangunan untuk tempat tinggal. Sehingga berdasarkan fungsinya sebagai hunian, rumah adat ini terbagi menjadi beberapa ruangan seperti berikut :

  • Ruang Pelamban, yang terletak di bagian kiri bangunan dengan struktur terbuat dari material bambu belah yang sudah diawetkan, dimana susunannya dibuat jarang agar air bisa tetap mengalir. Ruangan ini difungsikan sebagai tempat untuk menerima tamu yang belum mendapatkan izin masuk ke dalam rumah.
  • Gaho, yang terletak di sebelah kiri bangunan namun dengan posisi memanjang dengan hiasan ukiran pada bagian dindingnya. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan persediaan makanan sekaligus sebagai area dapur untuk memasak.
  • Masinding, yang terletak di bagian depan kiri dengan ukuran yang cukup luas dan berfungsi sebagai tempat untuk menyelenggarakan musyawarah maupun ritual kenduri. Beberapa ornamen ukiran yang menghiasi memiliki motif bungo jeruk pada bagian luar dari belandar atas pintu, motif tampuk manggis pada bagian atas pintu masuk, dan motif bungo tanjung pada bagian depan masinding.
  • Ruang tengah, yang terletak di bagian tengah bangunan dan tidak terpisah dari masinding. Ruangan ini menjadi tempat berkumpulnya para wanita ketika acara kenduri sedang berlangsung. Ruang Balik Menalam, yang terbagi dalam beberapa ruangan. Seperti kamar tidur untuk orang tua, kamar tidur untuk anak-anak, dan ruang makan.
  • Ruang Bilik Malintang, yang terletak di sebelah kanan dengan posisi menghadap ke ruang masinding dan ruang tengah. Pada ruangan ini lantainya dibuat lebih tinggi dari ruangan lainnya.
  • Ruang bawah atau Bauman, yang merupakan satu-satunya ruangan dalam rumah adat Jambi yang tidak dilengkapi dengan dinding dan lantai karena berada di bawah rumah. Fungsinya adalah sebagai tempat memasak ketika ada acara kenduri atau kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Baca Juga   Negeri Sembilan, Minangkabau di Negeri Orang

Rumah-rumah kajang leko di Jambi ini khususnya di Rantau Panjang dibangun dalam satu kompleks yang berderet memanjang. Rumah-rumah ini juga dibangun saling berhadap-hadapan. Jarak antar rumah sekitar 2 meter. Dan di bagian belakang tiap rumah terdapat sebuah bangunan khusus untuk menyimpan padi. Bangunan ini sering disebut dengan bilik atau lumbung.