Kajang Leko, Rumah Adat Jambi yang Penuh Makna

  • Share
5. Kajang Leko Rumah Adat Jambi | Buliran.com

RUMAH ADAT yang satu ini konsep arsitekturnya berasal dari Marga Batin, salah satu kelompok masyarakat adat yang ada di Jambi. Konon kabarnya orang Batin berasal dari 60 tumbi (keluarga) yang pindah dari Koto Rayo. Hingga saat ini pun masyarakat Batin tetap mempertahankan adat istiadat yang budaya nenek moyang. Salah satu perkampungan Batin yang masih lestari adalah Kampung Lamo di Rantau Panjang.

Dikenal dengan sebutan Rumah Panggung Kajang Leko atau Rumah Lamo, rumah adat Jambi ini memiliki gaya seperti rumah adat di Indonesia pada umumnya. Yaitu berupa rumah panggung, sehingga penghuni dapat terhindar dari banjir. Selain itu rumah panggung juga untuk menghindari dari bahaya seperti serangan binatang buas. Namun begitu, rumah adat ini tetap memiliki beberapa ciri khas tersendiri yang membedakannya dari jenis rumah adat lainnya.

5. Jambi | Buliran.com

Rumah Panggung Kajang Leko memiliki bentuk rumah panggung yang dilengkapi dengan dua buah tangga, satu sebagai tangga utama dan lainnya sebagai tangga tambahan yang disebut dengan istilah penteh. Pada bangunan rumah adat ini terdapat tiga jenis pintu.

Yang pertama adalah pintu tegak yang berada di sebelah kiri bangunan dan berfungsi sebagai pintu utama. Ukuran pintu ini dibuat rendah agar tamu yang memasuki rumah menundukkan kepala sebagai tanda hormat kepada pemilik rumah.

Kemudian pintu masinding yang terletak di ruang tamu dan berfungsi sebagai jendela dan ventilasi yang sekaligus bisa digunakan untuk melihat ke bawah. Pintu ini juga akan memudahkan orang-orang yang berada di bawah untuk mengetahui apakah upacara adat yang diselenggarakan sudah dimulai.

Baca Juga   Kaya dengan Motif Jadikan Batik Depok Lebih Unik
  • Share