Drama 20 Tahun Terulang, Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Avatar Of Teddy Chaniago
3.1 Drama | Buliran.com

BuliranNews, MUNCHEN – Ending buruk harus diterima  Xavi Hernandez di laga terakhir penyisihan grup Liga Champions. Seperti yang telah diduga sebelumnya, Xavi terbukti tak bisa menyulap Barcelona menjadi kompetitif dalam waktu singkat. Menggantikan Ronald Koeman sebagai pelatih Blaugrana di tengah jalan, Xavi gagal membawa timnya melangkah ke babak 16 besar Liga Champions.

Barcelona yang butuh kemenangan justru dibekap Bayern Muenchen 0-3 di Allianz Arena, Muenchen, Kamis (9/12) dini hari WIB. Akibatnya, Barcelona turun ke posisi tiga Grup E, digeser Benfica yang mendampingi Muenchen ke babak gugur Liga Champions sebagai runner up.

Kegagalan ini, menjadi momen berulang yang terjadi 20 tahun silam, kala Blaugrana juga tak mampu menapak ke babak 16 besar. Kala itu, Barcelona dipaksa untuk tampil di kompetisi UEFA.

3. Drama | Buliran.com
Tumbang – Barcelona Dipaksa Pamit Dari Liga Champions Eropa Setelah Ditumbangkan Bayern Munchen 3-0

“Saya keluar dengan marah. Ini kenyataan kami dan itu membuat saya kesal. Kami harus menghadapinya,” kata Xavi, dikutip Marca.

Xavi menegaskan bahwa Barcelona harus menghadapi kenyataan bahwa mereka sekarang tim Liga Europa. Raksasa Katalunya itu gagal mencapai babak gugur Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2000/01. Petualangan Barcelona akan berlanjut ke babak gugur Liga Europa.

Ini hasil yang berat bagi klub yang juga telah berjuang di kompetisi domestik dengan berada di posisi ketujuh La Liga dan 16 poin di belakang pemuncak klasemen sekaligus rival abadi Real Madrid. Barcelona juga akan kehilangan uang besar, karena menargetkan minimal mencapai babak perempat final untuk mendapatkan pemasukan signifkan.

Barca hanya berhasil mencetak dua gol dalam enam pertandingan grup Liga Champions dan gagal mencetak gol dalam salah satu dari empat pertandingan grup melawan Muenchen atau Benfica.

Baca Juga   Ada Apa PSSI? Kok 3 Asisten Shin Tae-yong Mundur Serentak & Mendadak

Mereka gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran dalam kekalahan tiga gol melawan Bayern di Camp Nou, sebelum kembali mendeirta kekalahan tiga gol di Lisbon melawan Benfica.

Ada argumen bahwa Barca beruntung berada di posisi kedua jelang putaran terakhir pertandingan setelah striker Benfica Haris Seferovic melewatkan peluang emas dalam duel di Camp Nou, bulan lalu.

Xavi mengakui timnya tidak pantas maju ke babak 16 besar. Dia kecewa karena pasukannya tidak bisa bersaing melawan Muenchen. “Hari ini, Bayern lebih baik dari kami, mereka lebih unggul. Kami telah mencoba, kami telah menekan kuat, mengambil bola dari mereka tetapi situasi kami adalah kenyataan pahit yang kami miliki,” kata Xavi.

Ia menegaskan, para pemain Barcelona harus mulai menuntut lebih banyak dari diri mereka sendiri. Barcelona, kata dia, harus menggunakan hasil buruk ini sebagai titik balik untuk mengubah banyak hal.

“Hari ini kami tidak bersaing dengan tim papan atas dan kenyataan kami adalah bahwa kami adalah tim Liga Europa. Kami akan menghadapi kenyataan ini dengan semua martabat di dunia dan bekerja untuk membawa Barca kembali ke tempat yang layak kami tuju, yang bukan Liga Europa,” jelas Xavi.(*/rpl)