Taliban Diduga Bunuh 100 Warga Eks Pasukan Afghanistan

Avatar Of Teddy Chaniago
15. Pasukan | Buliran.com

BuliranNews, WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengutuk keras Taliban. Ini terjadi akibat pembunuhan massal yang dilaporkan dilakukan kelompok itu kepada mantan anggota pasukan keamanan Afghanistan rezim sebelumnya.

Ini bermula dari laporan Human Right Watch sebagaimana dimuat New York Times (NYT). Disebutkan lebih dari 100 mantan anggota militer dan polisi telah dibunuh dan “dihilangkan secara paksa” oleh Taliban sejak berkuasa Agustus 2021.

“Kami sangat prihatin dengan laporan pembunuhan dan penghilangan paksa mantan anggota pasukan keamanan Afghanistan seperti yang didokumentasikan oleh Human Rights Watch dan lainnya,” kata Kementerian Luar Negeri AS melalui pernyataan bersama dengan Uni Eropa, Australia, Inggris, Jepang serta sekutu lain, dikutip dari AFP, Minggu (5/12).

“Kami menggarisbawahi bahwa tindakan yang dituduhkan merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang serius dan bertentangan dengan amnesti yang diumumkan Taliban.”

AS juga meminta hal ini diselidiki secara transparan. Taliban diminta mempertanggungjawabkan pembunuhan dan penghilangan ini.

Sebelumnya mengutip NYT, 100 lebih mantan anggota pasukan Afghanistan telah dibunuh dan hilang di empat provinsi. Ini terjadi dalam 2,5 bulan terakhir.

Hal itu dilaporkan sebagai bagian dari serangkaian ‘pembunuhan balas dendam’, yang telah terjadi di seluruh Afghanistan sejak jatuhnya pemerintahan Ashraf Ghani. Laporan juga memuat ada bahaya yang dihadapi para kritikus, aktivis, dan anggota pasukan keamanan pemerintah sebelumnya meskipun Taliban mengumumkan amnesti umum untuk mantan pekerja pemerintah dan pejabat militer.

Baca Juga   Bom Bunuh Diri di Masjid Kunduz, 55 Jemaah Tewas