Dampo’, Teman Ngopi Spesial Ala Sulawesi

Avatar Of Teddy Chaniago
9.3 Dampo | Buliran.com

NGOPI tanpa kawan itu hambar. Kawan atau teman, tak selamanya manusia. Ia bisa saja berbentuk lain, semisal benda. Namun ada satu kawan ngopi yang rasanya wajib hadir, yakni kue atau penganan. Kawan satu ini bisa dipilih sesuai selera.

Jika kamu berkunjung ke Sulawesi Selatan, ada satu kawan ngopi yang patut kamu coba, yakni dampo’. Rasanya manis—sangat manis malah.

9.2 Dampo | Buliran.com

Dampo’ atau dalam bahasa Indonesia disebut salai ini terbuat dari pisang yang telah sangat matang. Biasanya masyarakat mengolah pisang menjadi dampo’ karena pisang tersebut hampir jappo atau bonyok karena terlalu masak.

Rasa manis yang terkandung dalam dampo’ sangat kontras dengan rasa pahit pada kopi. Sehingga keduanya menjadi pasangan yang serasi.

9.1 Dampo | Buliran.com

Bahan baku dampo adalah pisang. Sementara tanaman bernama latin Musa sppini bisa dibilang tanaman purba. Karena sudah ada sejak sebelum masehi (SM).

Nama Musa diambil dari nama seorang dokter bernama Antonius Musa pada zaman Kaisar Romawi Octavianus Augustus (63 SM – 14 M), beliau selalu menganjurkan pada kaisarnya untuk makan pisang setiap harinya agar tetap kuat, sehat, dan segar (Kasrina dan Anis Zulaikha Q dalam Mudjajanto dkk, 2013).

Pisang adalah tanaman yang mudah tumbuh. Tidak perlu pembibitan khusus. Pun perawatannya terbilang mudah.

Tanaman ini tidak butuh penanaman berkali-kali. Misalnya kamu sudah panen sekali lantas harus menanam yang baru. Pisang tidak demikian. Hanya sekali tanam saja dan akan tumbuh terus menerus.

Baca Juga   Lezatnya Ifu Mie Siram dari Binjai