Kereta Cepat Indonesia Disalip Laos

Avatar Of Teddy Chaniago
7.1 Laos | Buliran.com

BuliranNews, JAKARTA – Klaim negara pertama pemilik kereta cepat di Asia Tenggara tidak lagi dimiliki oleh Indonesia, setelah Negara Laos pada Kamis (2/12) sudah lebih dulu meluncurkan sepur cepat yang menghubungkan kota Kumnung di tenggara China dengan ibu kota Laos, Vientiane.

Padahal sebelumnya, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengklaim proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung yang juga bekerja sama dengan China, merupakan yang pertama di kawasan Asia Tenggara.

“Ini akan menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara, kita bisa buktikan ke negara lain bahwa Indonesia mampu,” katanya saat pemasangan pertama Girder di sisi KM 26 Tol Jakarta – Cikampek, Senin (30/9) lalu.

7. 1 Kereta | Buliran.com

Klaim Indonesia yang menjadi pemilik kereta cepat pertama di kawasan Asia Tenggara dipatahkan negara Laos. Padahal pengerjaan jalur kereta Laos dan Indonesia sama-sama dimulai pada 2016 silam.

Memang pengerjaan kereta cepat di Indonesia molor, dari yang awalnya ditargetkan selesai pada tahun 2019, kemudian mundur menjadi November 2022.

Molornya proyek ini terjadi karena dalam realisasinya terdapat masalah. Salah satunya keterlambatan penyerahan lahan untuk proyek itu. Imbasnya biaya proyek pun membengkak ,yang awalnya US$ 5,5 miliar menjadi US$ 8 miliar.

7. Jalur Kereta China W719 | Buliran.com

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo pernah menyebut tiga masalah proyek ini mulai dari pembengkakan biaya atau cost over run, pemenuhan base equity atau modal dasar ke konsorsium, hingga cash deficit pada masa operasi.

Baca Juga   Pertama di Asia, Thailand Legalkan Ganja