Bangun Silaturahim, Petinggi DPP FKMB Sambangi IKM Jagakarsa

Avatar Of Teddy Chaniago
2. Fkmb.jpg | Buliran.com

BuliranNews, JAGAKARSA – Jumat (26/11) malam, sepertinya akan menjadi malam yang takkan terlupakan oleh pengurus Dewan Pimpinan Cabang Induk Keluarga Minang (PC IKM) Jagakarsa, Jakarta Selatan. Bagaimana tidak, meski hanya organisasi perantauan setingkat kecamatan, namun organisasi tersebut mendapat kehormatan didatangi oleh petinggi dari Dewan Pimpinan Pusat Forum Keluarga Minangkabau Bersatu (DPP FKMB).

Ya, kedatangan Edy Maxuvery selaku wakil ketua umum DPP FKMB Bidang OKK ke Sanggar De Batavia, tempat dimana DPC IKM Jagakarsa melaksanakan berbagai kegiatan, menjadi sesuatu yang istimewa. Sebab selain dari pengurus DPP IKM, baru kali ini organisasi perantauan tingkat pusat yang menyambanginya.

 

2.1 Fkmb.jpg | Buliran.com
Diskusi – Diskusi Antara Ketua Dpc Ikm Jagakarsa Dan Jajaran Dengan Wakil Ketua Umum Dpp Fkmb, Bapak Edy Maxuvery Di Sanggar De Batavia, Jagakarsa

“Alhamdulillah, kedatangan Kakanda Edy dari FKMB bak oase di padang pasir. Kami sangat bangga dan mengapresiasinya, dan kami dari DPC IKM Jagakarsa pun berharap agar prestasi dan keberhasilan yang telah direngkuh oleh DPP FKMB, bisa pula ditularkan ke kami,” kata ketua DPC IKM Jagakarsa, Khairul Sikumbang serius.

Khairul dalam paparannya mengatakan bahwa DPC IKM Jagakarsa sebagaimana jamaknya organisasi perantauan Minangkabau lainnya, pun menghimpun warga asal Sumatera Barat dari beragam daerah, latar belakang, profesi dan juga kedudukan.

“DPC IKM Jagakarsa sebagai anak yang baru merangkak, tentunya berharap mendapatkan ilmu dan pengalaman dari FKMB yang menurut kami cukup mumpuni sebagai sebuah organisasi,” ucapnya.

 

Khairul yang didampingi sejumlah pengurus lainnya seperti Uda Edy, Uda Doddy, Uda Gufron, Uda Afdal, Uda Dony, Uda Wisnu dan Uda Meddy, dalam kesempatan yang diselingi dengan minum teh talua dan makan malam tersebut berharap, agar tak sekali ini saja FKMB datang ke Jagakarsa.

“Kami membuka diri sebesar-besarnya untuk berdiskusi dan saling berbagi ilmu, terutama menyangkut cara mengelola organisasi, persoalan adat, budaya dan juga agama,” imbuhnya.

Baca Juga   Berbagi Takjil Bersama UMKM Jatijajar

Edy Maxuvery dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi berbagai kebijakan dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh IKM Jagakarsa, menurutnya semuanya positif dalam rangka bisa menautkan dan mempererat tali silaturahim. Bahkan, latihan silek harimau yang dilaksanakan di IKM Jagakarsa merupakn sebuah nilai plus yang tak ada di organisasi Minang lainnya.

2.3 Fkmb.jpg | Buliran.com
Waketum Fkmb Bapak Edy Maxuvery

“Budaya silek harimau adalah budaya kita yang diwarisi secara turun temurun, namun belakangan tak banyak lagi yang menguasainya. Karenanya, pelatihan silek harimau setiap Senin dan Jumat malam perlu terus digiatkan, semoga ke depan kegiatan ini juga bisa dilaksanakan di jajaran FKMB,” kata wakil ketua umum bidang OKK itu serius.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, DPC IKM Jagakarsa menurut Edy telah bergerak jauh melampaui kedudukannya sebagai sebuah organisasi di tingkat kecamatan. Apalagi kegiatan yang digelar juga melibatkan warga Minang lainnya yang berdomisili di sekitatar Jagakarsa seperti Pamulang, Pasar Minggu, Depok dan sebagainya.

“Mari kita bergandengan tangan, biarlah baju kita berbeda namun visi dan misi kita tetap sama yaitu demi kemajuan dan kemaslahatan warga Minangkabau yang tinggal di tanah rantau,” imbuhnya.

FKMB yang dalam waktu dekat akan dideklarasikan secara nasional juga berharap agar DPC IKM Jagakarsa terlibat didalamnya. Sebab FKMB kata Edy bukanlah organisasi yang hanya berbicara tentang satu komunitas saja.

“FKMB menaungi semua warga Minang dari beragam organisasi, kami tidak pernah dan tak akan pernah membeda-bedakannya,” jelas Edy.

17. Silek.jpg | Buliran.com
Silek Harimau – Generasi Muda Minang Di Bawah Dpc Ikm Jagakarsa Menggelar Latihan Silek Harimau Di Sanggar De Batavia, Jagakarsa.

Tak hanya itu, FKMB yang dalam waktu dekat segera membangun pusat pendidikan Islam modern di areal seluas 20 hektare sebagaimana organisasi Minang lainnya, juga berharap sato sakaki dalam membangun daerah.

“FKMB membangun ranah dari rantau, segala potensi rantau akan diberdayakan nantinya demi kemajuan ranah,” katanya menegaskan.

Baca Juga   Guyuran Hujan tak Halangi KIS Alnajah Salurkan Nasi Kotak

Ada satu hal yang berbeda dengan organisasi perantauan Minang lainnya, jika kebanyakan organisasi Minang pengurusnya dilantik oleh kepala daerah, maka Edy menegaskan hal itu tak berlaku di FKMB.

“Sebab yang melantik kepengurusan FKMB adalah Raja Pagaruyung, bukan kepala daerah,” ucapnya pasti. (ted)